Dia membangkitkan sentimen, simpati, harapan, dan ketakutan “subjek”-nya. Dan subjeknya, yang daya kritisnya dininabobokan di bawah pengaruh suatu mimpi indah, menjadi penggemar skemanya. Tak sabar akan hasil, dia lupa memeriksa apakah skema yang diusulkan benar-benar membawa kepada hasil tersebut.

Propaganda Adalah SeniBacaan nonfiksi politik
Kapan sebuah propaganda sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi? Ia sesuai ketika cenderung memelihara dan memperluas demokrasi; ia antagonistik ketika meruntuhkan atau menghancurkan demokrasi.

Monoteisme: Kepercayaan Tanpa Mitologi, Mitos, TakhayulBacaan nonfiksi religi
Monoteisme mau tak mau bersifat euhemeris dalam penaksirannya terhadap agama-agama mitologis. Tak paham akan divinisasi primitif kekuatan-kekuatan alam, yang merupakan sumber semua mitologi, ia hanya punya satu cara untuk memaknai konstruksi-konstruksi besar kejeniusan kuno ini.

Eropa: Antara Arya dan YahudiBacaan nonfiksi sejarah
Mereka tahu bagaimana memanfaatkan sebaik-baiknya tiga peninggalan besar yang mereka warisi: syair dan seni dari bangsa Yunani, hukum dan keterampilan bernegara dari bangsa Romawi, dan, yang terbesar, ajaran Kristus. Oleh merekalah, dengan bantuan-bantuan ini, didirikan kebudayaan abad 19.

Apakah Perang Sebuah Seni atau SainsBacaan nonfiksi perang
Perang bukan aktivitas kemauan yang mengerahkan dirinya pada materi tak bernyawa seperti Seni-seni mekanis, atau pada subjek hidup tapi pasif dan pasrah, seperti pikiran manusia dan perasaan manusia dalam Seni-seni ideal, tapi mengerahkan dirinya melawan kekuatan hidup dan reaktif.

Manusia Arya vs Manusia YahudiBacaan nonfiksi politik
Gerombolan-gerombolan submanusia akan berbuat apa saja dalam upaya mereka untuk meruntuhkan dunia cahaya dan pengetahuan, untuk membawa apokalips kepada semua kemajuan dan pencapaian manusia. Tujuan mereka satu-satunya adalah menciptakan gurun tandus dari bangsa atau ras apapun yang bersinar.

Pers yang KsatriaBacaan nonfiksi jurnalisme
Suratkabar-suratkabar menguliahi, merecoki, dan mendikte; menyokong atau menghancurkan orang-orang, karakter, dan undang-undang. Barangkali bagus juga orang-orang yang mengarahkan suratkabar-suratkabar ini diberi pelajaran keras.

Film Sebagai Senjata PropagandaBacaan nonfiksi perang
Kita tahu dampak sebuah pesan lebih besar jika itu kurang abstrak dan lebih visual. Itu menjelaskan kenapa film, dengan rangkaian gambar-gambar bergerak sinambungnya, pasti memiliki kekuatan persuasif tertentu.

Duel Dengan KotaBacaan fiksi ekonomi
“Kau sudah tamat. Kota ini sudah melahapmu habis. Ia sudah mengambilmu dan memotongmu sesuai polanya dan mencapmu dengan mereknya. Kau sangat mirip dengan sepuluh ribu orang yang kulihat hari ini sampai tak bisa dibedakan dari mereka.”

Kebanggaan Kota-kotaBacaan fiksi satir
“Bicara tentang kota hebat kami—salah satu dari segi-segi terhebatnya adalah departemen kepolisian kami yang gagah. Tidak ada satupun badan di dunia bisa menandinginya untuk—Sudah lihat Broadway di malam hari? Tidak banyak jalan-jalan di dunia bisa menyamainya.”

Mutiara CintaBacaan fiksi satir
Dengan kagum dan heran orang-orang melihat Mutiara Cinta meluas dari awal-awal pertamanya menuju lebar dan tinggi dan besar di atas manusiawi. Mereka tidak tahu dengan jelas apa yang mereka nantikan.

Horor di MuseumBacaan fiksi horor
“Apa kau bertanya-tanya apa yang melumat anjing itu dan mengisapnya sampai kering dengan sejuta mulut? Ia butuh makanan—dan Ia akan butuh lebih banyak. Ia adalah dewa.”
