Di kuil dan sekolah, kita “mengambil” pancasila yang memberadabkan ini, tapi itu tidak cukup; pancasila harus “mengambil” kita, “membawa kita” seperti kata pepatah populer, hidup dalam diri kita, hidup dengan dan melalui kita.

Peran Penting PancasilaBacaan nonfiksi filsafat
Kita menaati pancasila bukan untuk alasan duniawi murni semata, tapi karena Buddha mengadopsi mereka sebagai fondasi Ajarannya (Jalan menuju Ketersadaran), dan karena mereka telah senantiasa menyiapkan jalan untuk Ordo Orang Tercerahkan dari semua zaman.

Buddha Arya Dari India & Yesus Semit Dari IsraelBacaan nonfiksi religi
Buddha, melalui penderitaan dan dukacita, mengaku telah menemukan injil Jalan menuju pembebasan dari kehidupan Diri. Kristus datang dari Bapak, menurut visi para Peramal, untuk membawakan injil keputeraan yang dipulihkan.

Dunia Dalam DeritaBacaan nonfiksi filsafat
Pelipuran terbaik dalam kemalangan atau kesusahan apapun adalah memikirkan orang lain yang lebih sengsara lagi daripada dirimu dan ini merupakan bentuk pelipuran yang terbuka untuk setiap orang. Tapi ini artinya nasib buruk untuk umat manusia secara keseluruhan!

Nabi PesimismeBacaan nonfiksi filsafat
Kesengsaraan hidup tak pernah sebelumnya menemukan nabi yang lebih fasih [daripada dia], dan di sini dia mendapati dirinya bersinggungan dengan dua agama besar dunia, Buddhisme dan Kristen.

Ajaran Penderitaan BuddhaBacaan nonfiksi religi
“Bagaimana menurut kalian, murid-murid, mana yang lebih banyak, air yang ada di keempat samudera besar, atau air mata yang telah mengalir dari kalian dan telah ditumpahkan oleh kalian.”

Misi Kristus: Merasakan Derita dan DosaBacaan nonfiksi filsafat
Cinta manusia akan kurang layak seandainya itu tidak siap dan tidak senang untuk membayar harga penderitaan yang terlibat dalam memikat orang lain kepada kebaikan tertingginya sendiri.

Penderitaan TuhanBacaan nonfiksi filsafat
Bagi filosofi Yunani, sebagaimana bagi filosofi India, adalah aksiomatis bahwa tuhan secara intrinsik tidak dapat merasakan rasa sakit, dan teologi Kristen klasik mewarisi aksioma “impasibilitas” Tuhan ini.
