Skip to content
Pentingnya Pancasila Dalam Diri Manusia – Relift Media

Pentingnya Pancasila Dalam Diri Manusia Bacaan non-fiksi sosial

author _Grace Constant Lounsbery_; date _1955_ genre _Sosial_; category _Esai_; type _Nonfiksi_ Di kuil dan sekolah, kita “mengambil” pancasila yang memberadabkan ini, tapi itu tidak cukup; pancasila harus “mengambil” kita, “membawa kita” seperti kata pepatah populer, hidup dalam diri kita, hidup dengan dan melalui kita. Butir-butir Pancasila:
  1. Pāṇātipātā veramaṇī, sikkhāpadaṃ samādiyāmi. (Aku bersumpah akan mematuhi sila berpantang dari mem­bunuh makhluk hidup.)
  2. Adinnādānā veramaṇī, sikkhāpadaṃ samādiyāmi. (Aku bersumpah akan mematuhi sila berpantang dari meng­ambil apa yang tidak diberikan.)
  3. Kāmesu micchācārā veramaṇī, sikkhāpadaṃ samādiyāmi. (Aku bersumpah akan mematuhi sila berpantang dari ke­lakuan seksual tak senonoh.)
  4. Musāvādā veramaṇī, sikkhā-padaṃ samādiyāmi. (Aku bersumpah akan mematuhi sila berpantang dari omong­an tak benar.)
  5. Surāmeraya majja pamādaṭṭhānā, sikkhāpadaṃ samādi­yāmi. (Aku bersumpah akan mematuhi sila berpantang dari minuman memabukkan dan obat-obatan yang me­nyebabkan kelalaian.)
Betapa mudah mengucapkan pancasila, betapa seder­hana mereka kelihatannya saat kita mengatakan: “Okāsa ahaṃ Bhante, tisaraṇena saddhiṃ pañcasīlaṃ yācāmi.” Tapi berapa banyak orang yang merenungkan nilai penting lima pemantangan ini: berpantang dari kejahatan dan hidup bodoh; berpantang dari cara hidup biasa yang menciptakan penderitaan untuk diri kita dan orang lain (individu, bangsa, hewan, semua bentuk makhluk berperasa­an). Nyatanya, kehidupan modern, sadar ataupun tidak, terus-menerus melanggar pancasila ini. Bahkan sulit untuk hidup tanpa membahayakan; guna melakukannya, kita perlu mem­peroleh sejumlah Sammā diṭṭhi (pandangan yang benar), pandangan yang tidak berasyik-masyuk dalam kejahilan tentang Empat Kebenaran Mulia, dll. Nah, untuk memperoleh pandangan-pandangan yang benar, kita harus belajar mempraktekkan perhatian yang benar (Sammā sati), pengamatan waspada terhadap feno­mena di sekeliling dan sekitar kita, dan juga membiasakan diri mengamati fenomena mental internal. Orang yang tidak melihat penderitaan yang terikat pada eksistensi makhluk berperasaan dan perubahan abadi fenomena, dia belum belajar mempraktekkan perhatian yang benar, dan belum pula memahami kenapa kita mengambil pancasila ini. Oleh karenanya ketika kita mengatakan “beri aku pancasila”, kita mesti mengatakan “ajari aku pancasila”. Ajari aku makna dan penerapan praktis yang akan membawa pada pengalaman memurnikan pikiran dan menegakkan cara hidup tertentu yang tidak membahayakan, sebuah sikap berbeda terhadap kehidupan, yang dilihat secara cerdas dan penuh kasih. Sete­lah memperoleh sikap ini, pancasila sederhana ini akan me­ngurangi penderitaan untuk kita dan untuk orang lain bila diterapkan setiap hari. Nilai penting pancasila bersifat sosial dan luas. Kita mesti merenung bahwa sila pertama, yakni sila ber­pantang dari mengambil kehidupan (setiap dan semua ke­hidupan), akan membangunkan dan meningkatkan senti­men mettā. Itu akan membentuk kebersahabatan antara manusia dan manusia, dan manusia dan binatang. Dalam sila ini terkandung kasih dan itikad baik yang cerdas dan me­rangkul semua. Hanya itu yang bisa menyelamatkan umat manusia dari kehancuran. Jika sekumpulan besar manusia mengikuti sila ini, mereka akan damai dan mereka akan mengharamkan perang. Basa-basi belaka tentu saja tidak bisa menenteram­kan insting buas untuk membunuh ini atau itu. Kehidupan bagi orang buas, sebagaimana bagi ilmuwan sombong, tidak dianggap sakral; sebagian membunuh karena tamak maka­nan, sebagian karena tamak kekuasaan, sebagian karena ke­senangan belaka, yang lain hanya karena penasaran “ingin melihat bagaimana roda berputar”. Rasa penasaran sains sering mendahulukan penghancuran disengaja yang durjana daripada kebijaksanaan damai yang penuh kasih dan melin­dungi kehidupan.
Dia yang berhenti dari menyakiti makhluk hidup apapun, bergerak ataupun diam; Dia yang tidak membunuh atau menyebabkan membunuh—dia kunamakan Brahmana. (Dhamma­pada 405)
Judul asli : The Importance of Pañca Sīla<i=1LRyWe1mLALDw9WDqnOoj_cX6GTyFVxdO 302KB>The Importance of Pañca Sīla
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, Mei 2023
Genre :
Kategori : ,

Unduh

  • Unduh

    Pentingnya Pancasila Dalam Diri Manusia

  • Koleksi

    Koleksi Sastra Klasik (2023)