Wells, seperti halnya James, bersikeras bahwa Tuhan pasti benar-benar personal, eksis di dalam lingkungan waktu, membantu umat manusia dalam perjuangannya ke atas, dan dapat diakses oleh manusia melalui apa yang James sebut “komuni penuh doa”.

Kemanusiaan dan Moralitas Sebagai Agama Baru Tanpa TuhanBacaan nonfiksi filsafat
Ketika kita katakan bahwa M. Comte telah menegakkan filosofinya menjadi sebuah agama, kata “agama” tidak boleh dipahami dalam pengertian yang biasa. Dia tidak mengubah sikap negatifnya terhadap teologi: agamanya adalah tanpa Tuhan.

Dialog Orang Kafir dan Orang BerimanBacaan fiksi religi
Apakah Yesus berkata ada dua fitrah dalam dirinya? Tidak, dan kita memberinya dua fitrah. Apakah Yesus berkata Maria adalah ibu Tuhan? Tidak, dan kita menjadikannya ibu Tuhan. Apakah Yesus berkata dia adalah tritunggal dan sesubstansi? Tidak, dan kita menjadikannya sesubstansi dan tritunggal.

Keduniaan versus KebangsaanBacaan nonfiksi politik
Sentimen-dunia ini, altruisme ini, kita dapat namakan worldisme, berlawanan dengan nasionalisme, semangat yang mengagungkan sebuah kaum/bangsa di atas ras [manusia]. Mereka ini adalah dua kekuatan yang berjumpa dalam konflik tiada akhir di bidang ekonomi, politik, dan moralitas nasional.

Keesaan dan KebhinnekaanBacaan nonfiksi religi
Dalam agama sejati, seperti halnya di alam, kita memiliki “keesaan dalam kebhinnekaan dan kebhinnekaan dalam keesaan”, atau manusia dalam Tuhan dan Tuhan dalam manusia. Dalam bahasa Yesus, “Sama seperti Engkau, ya Bapak, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau; supaya mereka juga menjadi satu di dalam Kita.”

Perjumpaan Machiavelli dan Montesquieu di NerakaBacaan fiksi politik
Satu-satunya kejahatanku adalah mengatakan kebenaran kepada rakyat dan juga kepada raja-raja; bukan kebenaran moral, tapi kebenaran politik; bukan kebenaran sebagaimana seharusnya, tapi sebagaimana adanya, sebagaimana senantiasa demikian adanya. Bukan akulah pendiri doktrin yang paternitasnya diatributkan padaku.

Buku KunoBacaan fiksi misteri
Di salah satu tumpukan inilah aku menemukan benda itu. Aku tak pernah tahu judulnya, sebab halaman-halaman pertamanya hilang; tapi itu terbuka di bagian akhir dan memperlihatkan sepintas sesuatu yang membuat panca inderaku oleng.

Manusia KerumunanBacaan fiksi filsafat
Dengan dahi di kaca, aku asyik meneliti gerombolan itu, ketika tiba-tiba tampaklah sebuah wajah (wajah pak tua jompo, umurnya 65 atau 70-an), sebuah wajah yang menahan dan sekaligus menyerap seluruh perhatianku, lantaran ekspresinya yang betul-betul aneh.
