Sebagaimana dalam beberapa tahun terakhir, puncak pacuan di Malam Pemilu akan disaksikan oleh fenomena baru itu, calo elektronik. Ketiga jaringan utama akan mempergunakan komputer dalam lomba mati-matian untuk mewartakan berita sebelum kejadian.

Amerika Sebagai Penyimpangan Budaya EropaBacaan nonfiksi politik
Karena mereka hidup di sebuah benua kaya, mereka percaya mereka punya privilese khusus dan berhak memperoleh semua keunggulan hidup. Itu membuat mereka sulit meninggalkan sesuatu, bahkan sesuatu yang kita orang Eropa pandang sebagai barang mewah yang tanpanya kita bisa hidup.

Politisi Jalan TengahBacaan fiksi satir
Lihatlah dia saat memusingkan hasil pemungutan suara pemilu-pemilu Amerika, dengan sia-sia bersusah-payah memuaskan pikirannya mengenai hasil pilpres. Diherankan oleh angka-angka—dibingungkan oleh pernyataan-pernyataan kontradiktif.

Survei dan Prediksi Pemilu: Alat Propaganda dan Kampanye Politik Dalam DemokrasiBacaan nonfiksi politik
Reaksi terhadap survei-survei opini publik mengungkap bahwa kebanyakan orang cenderung bereaksi terhadap fakta dan opini yang cocok dengan kebiasaan tetap pikiran mereka sendiri—berdasarkan angan mereka.

14 Hari di Kantor Propaganda NaziBacaan nonfiksi politik
Kita hampir tidak bisa mempercayai apa yang sudah dibawa oleh fantasi-fantasi haus uang ke pasaran. Syukurlah, “warga-warga” seperti itu diminta penjelasannya oleh mata siaga para propagandis Sosialis Kebangsaan (Nazi).

Panggung PengadilanBacaan fiksi kriminal
Carton menjelaskan sejelas-jelasnya fakta-fakta perkara, pendaftaran dan pemungutan suara curang, penggunaan nama-nama orang mati untuk mengisi daftar suara, penyogokan petugas pemilu di pemilihan-pemilihan pendahuluan.

Republik GondourBacaan fiksi politik
Sekarang satu hal aneh berkembang—sejenis perlombaan, yang sasarannya adalah kuasa pilih! Tadinya seseorang dihormati hanya berdasarkan bilangan uang yang dia miliki, kini kemuliaannya diukur dengan jumlah hak suara yang dia pegang.

Pemimpin GengBacaan fiksi kriminal
“Aku ingin memberitahumu, bahwa kau menghadapi gerombolan yang memainkan permainan ini sebelum kau lahir. Kalian reformis mengira kalian cukup licin. Tapi aku tahu satu dua hal tentang kalian dan tindak-tanduk kalian.”
