Skip to content
Panggung Pengadilan – Relift Media

Panggung Pengadilan

Carton menjelaskan sejelas-jelasnya fakta-fakta perkara, pendaftaran dan pemungutan suara curang, penggunaan nama-nama orang mati untuk mengisi daftar suara, penyogokan petugas pemilu di pemilihan-pemilihan pendahuluan.



Sementara itu, organisasi sedang menggunakan segala upaya untuk mendapatkan Buku Hitam, seperti Ken­nedy duga.

Nona Ashton sibuk dengan kasus raibnya Betty Blackwell, tapi sampai sekarang belum ada laporan dari agensi mana­pun yang dia kerahkan untuk menemukan gadis itu. Dia sudah menemui Langhorne, dan walaupun dia tidak berkata banyak tentang hasil tanya-jawabnya, aku merasa yakin itu menghasilkan kerenggangan lebih lanjut di antara mereka, barangkali kecurigaan dari pihak Langhorne bahwa Carton bertanggungjawab atas itu.

Dengan sebijaksana mungkin, Nona Ashton juga sudah memperingatkan Ny. Ogleby akan bahaya yang dia hadapi, tapi, sebagaimana sudah kuduga, peringatan itu tidak perlu. Desas-desus tentang rekaman detektapon makan malam itu sudah cukup. Adapun makan malamnya sendiri, apa yang terjadi, dan siapa yang hadir, itu masih menjadi misteri, mungkin hanya akan terjelaskan ketika akhirnya kami ber­hasil menemukan buku itu.

Sejak kunjungan Kahn, kami tidak berkomunikasi lang­sung ataupun tak langsung dengan Dorgan ataupun Murtha. Namun, mereka jauh dari berpangku tangan, dan aku rasa kerahasiaan mereka, yang selalu menjadi kartu kuat organi­sasi, tidak meramalkan pertanda baik. Kendati Carton mau­pun Kennedy berusaha keras untuk membuat kemajuan dalam kasus itu, nyatanya tidak ada banyak hal untuk dilaporkan, baik keesokan hari ataupun untuk beberapa lama setelah episode yang menempatkan Kahn dalam kekuasaan kami.

Carton berhati-hati untuk tidak mengatakan apa-apa ten­tang rekaman gamblang yang kami ambil terkait upaya Kahn untuk mementahkan kasus. Lebih baik begitu, dia rasa. Bukti penyuapan juri akan bertahan lama dan itu akan terbukti merupakan kartu truf yang semakin kuat untuk dimainkan ketika kesempatan yang tepat muncul. Waktu tersebut men­dekat cepat, sekarang, dengan ditetapkannya hari persidang­an Dopey Jack.

Pada pagi persidangan aku dan Kennedy hadir di General Sessions yang diserahi kasus tersebut untuk disidang di bawah Hakim Pomeroy.

Bagi orang yang mau menyaksikan ayakan yang dengan­nya peradilan berusaha mati-matian untuk memisahkan gandum dari dedak, yang tak bersalah dari yang bersalah, kunjungan ke General Sessions adalah cara terbaik. Sebab ia dipasok melalui kanal-kanal yang melintasi pengadilan polisi, majelis Juri Agung, dan kantor Jaksa Distrik. Di sana orang bisa mempelajari bermacam-macam penjahat di luar institusi penjara, dari si Artful Doger dan Bill Sykes, Fagin dan Jim the Penman, hingga yang paling modern di antara baji­ngan-bajingan kenamaan fakta atau fiksi, semua dilakukan di sini dengan darah dan daging yang nyata. Itu pengadilan pidana paling sibuk. Lebih banyak pelanggar hukum berat dijatuhi hukuman di sini daripada di pengadilan lain mana­pun di New York. Bab terakhir dalam hampir setiap kejahatan besar ditulis di sini, cepat atau lambat.

Sementara kami berkerumun masuk, berkat kebaikan Carton, kami menemukan sebuah bilik yang lapang, dengan langit-langit tinggi, dan dinding-dinding kelabu keren di sudut tenggara lantai dua Gedung Pengadilan Pidana. Pintu ék berat berukir menyediakan jalan masuk dan keluar untuk ratusan pengacara, saksi, sahabat, dan kerabat para tergugat dan penggugat yang berduyun-duyun ke sana.

Baris demi baris kursi cokelat gelap bernoda memenuhi paruh barat ruang sidang, menghadap terali tiga kaki yang melingkungi sebuah bilik juri dan ruang yang disediakan untuk meja-meja penasehat, panitera, dan Jaksa Distrik yang mewakili masyarakat.

Di ujung timur berdiri penuh martabat mimbar atau majelis, yang ke atasnya naik kanopi mewah royal cokelat bertirai. Di sini Hakim Pomeroy mengetuai, dalam jubah suteranya, seorang sosok pria beruban dan mencolok, yang wajahnya berkerut-kerut dan yang matanya tajam dengan pemikiran dan pengamatan.

Di seberang jalan, yang dicapai melalui Bridge of Sighs kenamaan, nampak raksasa batu dan jeruji baja berwarna kelabu, sang penjara kota, yang biasa dijuluki “The Tombs”. Seolah ada suatu rancangan licik dalam keberdamping­annya, penjara masif itu menegakkan diri di luar jendela-jendela sebagai contoh pelajaran. Itu adalah peringatan abadi bagi pelanggar hukum. Menara-menara dan tonjolan-tonjol­annya menganjur seperti begitu banyak karang di pesisir berbahaya di mana telah karam ribuan karir menjanjikan yang baru saja mulai mengarungi lautan kehidupan yang susah.

Judul asli : Conviction ()
Pengarang :
Seri : Geng Politik #13
Penerbit : Relift Media, Maret 2022
Genre :
Kategori :

Unduh

  • Unduh

    Panggung Pengadilan

  • Unduh

    Panggung Pengadilan

  • Unduh

    Koleksi Sastra Klasik (2022)