Ketika seseorang mengatakan melihat sebatang pohon, dia tidak hanya menerima impresi optik dan memiliki gambaran sebuah pohon dalam pikirannya, tapi dia juga meyakini eksistensi sebuah objek eksternal yang ekuivalen dengan gagasan ini dan yang dia pikir sedang dia pandang.

Kaitan Mata Dengan KesehatanBacaan nonfiksi sains
Kehalusan sentuhan atau benturan ini pada syaraf-syaraf retina tidak bisa dikonsepsikan oleh pikiran manusia; tapi itu, dari titik ini, membentuk sebuah impuls yang disampaikan ke pusat-pusat visual atau penglihatan otak, yang dengan pasti menentukan bentuk, warna, gerak, kuantitas, dan ruang.

Rencana Untuk Meledakkan AmerikaBacaan fiksi aksi
“Aku harus pastikan dua kali lipat tak ada yang tahu aku mengontakmu! Ini penugasan besar—terbesar! Aku dapat info musuh sedang mengerjakan sesuatu bernama ‘Proyek Peledakan’—rencana untuk meledakkan kota-kota utama AS.”

Mengapa Manusia Punya Dua Mata?Bacaan nonfiksi sains
Adakah pemandangan yang lebih familiar bagi kalian daripada pemandangan vista di sebuah jalan panjang? Siapa orangnya yang tidak memandang berkali-kali—dengan mata penuh harap—ke sebuah jalan dan mengukur kedalamannya.

Buta Satu MataBacaan fiksi keluarga
Kedua matanya senantiasa berlinang; dengan cemas dia menantikan momen bahagia ketika kedua mata Zadig bisa bertemu kedua matanya; tapi bisul bernanah yang tumbuh pada mata terluka itu menimbulkan segala ketakutan.

Mata yang BerkelanaBacaan fiksi filsafat
Aku akan menceritakan pada kalian sebuah mata manusia sungguhan; seorang pengelana, seorang pencari, seorang pemohon; sebuah mata yang mencari kalian sampai ketemu dan menahan kalian, seperti burung terpana oleh ular besar.

Kutukan Buddha Mata SatuBacaan fiksi misteri
Suatu orang, atau suatu gerombolan, yang terkait dengan Kuil Buddha di Bhangapore, telah melacak delima terkenal itu sampai ke rumahku. Aku tahu orang-orang fanatik kuil akan berbuat apa saja untuk mendapatkan kembali mata Buddha.

Maling Bermata SatuBacaan fiksi satir
Dua mata kita tidak menjadikan kondisi kita lebih baik; yang satu membantu melihat kebaikan, dan yang satu lagi keburukan hidup. Banyak orang punya kebiasaan buruk menutup yang kesatu, dan sedikit sekali orang menutup yang kedua.

Mata AjaibBacaan fiksi keluarga
Si burung suka mengambil makanan dari tangan mungilnya dan tak pernah mematuknya; dia suka bertengger di bahunya dan membiarkannya membawanya berangin-angin keliling taman; dan kadang dia suka duduk dan memperhatikannya belajar.

Mata Buddha yang HilangBacaan fiksi humor
“Oh! Oh! Mata Buddha-nya hilang! Mereka batu delima! Jangan-jangan ada yang curi! Buju buset! Itu buluk! Harus bagaimana? Harus bagaimana?”

Kemunculan Sang MataBacaan fiksi kriminal
“Sang Mata! yang baginya waktu dan jarak bukan apa-apa, yang menelanjangi pikiran manusia dan menusuk hati nuraninya! Kekuatan Sang Mata tidak terbatas—pembalasannya dahsyat!”

Negeri Kaum ButaBacaan fiksi fantasi
Selama empat belas generasi, orang-orang ini sudah buta dan terputus dari seluruh dunia melihat; nama-nama untuk semua ihwal penglihatan sudah pudar dan berubah.

Mata Tak Kasat MataBacaan fiksi misteri
“Aku hampir berteriak ngeri ketika pandanganku jatuh ke bawah oleh suatu tarikan misterius yang tak bisa dimengerti, dan dengan bingung aku melihat jelas si perempuan tua meringkuk di jendelanya di tengah bayang-bayang gelap, dan memandangi orang mati itu.”

CerminBacaan fiksi satir
Apa gunanya punya mata terindah di dunia, mulut sesegar mawar, dan bunga-bunga di rambutmu, kalau kau tak bisa melihat hiasan kepalamu, atau mulutmu, atau matamu?
