“Celaka! Tuan,” kata George, sebutir air mata panas besar menyelinap turun ke pipi pucatnya dan jatuh dengan letusan nyaring pada permukaan kaki telanjangnya yang berkutil, “dia hilang di laut dalam badai kencang. Kapalnya karam dua tahun lalu pada masa Natal terakhir, dan ayah karam di saat yang sama.”

Kami Tiba di Laut KuningBacaan nonfiksi perang
Sebentar lagi ia akan mencapai bagian dunia yang namanya kemarin tidak dikenal, tapi yang ke arahnya mata Eropa kini tertuju. Laut ini, di mana cahaya pagi sedang menyingsing tenang, adalah Laut Kuning, yakni teluk Petchili (teluk Bohai); dari situlah orang mencapai Beijing.

Membunuh Wabah AndroidBacaan fiksi sci-fi
“Ini bukan pesta. Perbudakan bukan hal asyik. Aku pikir itu punah sudah lama, tapi setiap orang di Bumi sedang membuat kemajuan mental sedemikian rupa...sampai-sampai mereka tidak punya waktu untuk melakukan pekerjaan riil.”

Serangan Viking ke SevillaBacaan nonfiksi sejarah
Para Muslim itu menyerang mereka, dengan penuh keberanian dan tekad besar, tapi tanpa disiplin. Mereka tidak memiliki pemimpin, bahkan tidak pemikul panji, karena gubernur sudah pergi melarikan diri ke kota Carmona, meninggalkan mereka tanpa dukungan.

Misteri Kapal Selam AtlantisBacaan fiksi aksi
Kami bangsa Atlantis sudah maju jauh dalam sains—tapi kami ras sekarat! Sedikit sekali dari kami yang tersisa! Persoalannya, apa yang harus dilakukan dengan banyak rahasia kami! Mereka akan sangat bermanfaat untuk umat manusia!

Markas Bawah LautBacaan fiksi aksi
“Jangan pikir aku sedang menggunakannya untuk tujuan menaklukkan dunia! Aku tak punya mimpi sebodoh itu! Tujuanku adalah kekayaan! Dengan senjata-senjata baru yang sedang dikonstruksi untukku, aku akan menjarah departemen-departemen keuangan dunia!”

Rōnin TajimaBacaan fiksi filsafat
“Kata hati seorang pembunuh memangsa pikirannya hingga dia melihat apa yang tidak ada. Kemiskinan mendorong seseorang pada kejahatan yang dia sesali dalam kekayaannya.”

Aku Merantau ke BataviaBacaan nonfiksi petualangan
Batavia mengandung suasana wabah tanpa akhir. Kapal Qingque huanglong (青雀黃龍) sudah setengah karam. Ini mungkin karena Kayangan benci jika orang-orang China tinggal di Batavia. Oh, sahabatku, kembalilah cepat!
