Rencana kami bukanlah untuk berargumen, tapi untuk menginformasikan, sebab saking patutnya argumen Amerika, saking ajaibnya pencapaian Amerika, sampai-sampai kami merasa informasi itu sendiri adalah argumen paling meyakinkan.


Rencana kami bukanlah untuk berargumen, tapi untuk menginformasikan, sebab saking patutnya argumen Amerika, saking ajaibnya pencapaian Amerika, sampai-sampai kami merasa informasi itu sendiri adalah argumen paling meyakinkan.

Mereka lantas mengubah seluruh psikologimu—segala yang kau percayai tentang kehidupan. Kau mungkin akan keberatan dengan itu, jika kau sadar; tapi mereka bekerja begitu halus sampai-sampai kau tak pernah mengira apa yang sedang terjadi padamu!

Orang yang bisa menganalisa berita dan mengenali poin indah atau vital dari sebuah cerita adalah orang kompeten sampai taraf ini, tapi dia tidak akan diakui sebagai reporter bagus sampai dia membuktikan bisa melaksanakan ide-idenya dari awal sampai akhir.

Pernyataan ini bakal terdengar dilebih-lebihkan, kalau saja tidak diketahui luas bahwa Jurnalisme Baru senantiasa mengendus skandal-skandal, dan bahwa para perempuan adalah pelayan terbaiknya.

Seorang anggota parlemen, sekalipun dia suka bicara, tidak bisa melakukan pidato dalam sidang sebanyak redaktur menulis artikel dalam sepekan. Dan redaktur mencetak setiap kata, dan menyebarkannya ke hadapan jemaat besarnya.

Menulis hanya untuk “jemaat gereja”, boleh dibilang, membatasi independensi; sementara independensi membatasi daftar pembacaku atau mengubah personilnya—dua-duanya membuat suratkabar tak memiliki basis yang pasti dan kokoh.

Kau bisa temukan seseorang yang bisa memberitahumu berita terbaik dan teranyar tentang apapun yang terjadi di manapun, jika saja kau tahu di mana mencari orang itu. Tapi mereka tidak dicari, dan mereka juga tidak dikenali.

“Aku mendapati dua reporterku sedang berserapah dan menendang-nendang di pekarangan belakang. Yang satu terkubur dalam setumpuk debu batu bara halus, yang satu lagi tergantung pada pagar pancang dari ekor jasnya. Seseorang habis melempar mereka ke luar jendela.”