Dalam agama sejati, seperti halnya di alam, kita memiliki “keesaan dalam kebhinnekaan dan kebhinnekaan dalam keesaan”, atau manusia dalam Tuhan dan Tuhan dalam manusia. Dalam bahasa Yesus, “Sama seperti Engkau, ya Bapak, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau; supaya mereka juga menjadi satu di dalam Kita.”

Bilangan Keesaan Tuhan: Persoalan Kristen & Yahudi Dalam Menyatakan Ketunggalan KetuhananBacaan nonfiksi religi
Ketika terdesak dari setiap parit lain, para trinitarian akan selalu bisa mempertahankan diri di atas prinsip yang sama seperti sekarang, dengan menyangkal bahwa trinitas yang mereka predikatkan pada esensi ilahi adalah sesuatu yang positif/tegas, melainkan hanya sebuah pemungkiran terhadap ketunggalan bilangan itu.

Keesaan Plural dalam Ketuhanan: Tanggapan Bani Israel dan Kristiani Non-YahudiBacaan nonfiksi religi
Karena peringatan Ilahi terhadap Politeisme diulang-ulang, penggunaan sebuah kata benda jamak dalam mengacu kepada Tuhan terkesampingkan seandainya Keesaan sederhana menyusun Ketuhanan. Pencampuran tunggal dan jamak dalam Kitab Suci adalah hasil sah dari Keesaan Plural.

Mengupas Keesaan Tuhan Dalam Kalimat Tiada Tuhan Selain AllahBacaan nonfiksi religi
Hampir semua penulis menerima begitu saja bahwa Tuhan-nya al-Qur’an adalah entitas yang sama dan memiliki atribut-atribut yang sama dengan Jehovah atau dengan Ketuhanan dalam Perjanjian Baru. Terutama ini menimpa para penstudi rasionalistik Islam di Jerman dan Inggris. Apakah pandangan ini benar?

Pendapat Cendekiawan Kristen Tentang Keesaan TuhanBacaan nonfiksi religi
“Pasal-pasal [akidah] paling esensial dari Kristen yang murni menurutku adalah keesaan Tuhan sebagaimana mestinya dan kemanusiaan Kristus sebagaimana mestinya. Keesaan Tuhan adalah doktrin yang ditekankan sebesar-besarnya dalam keseluruhan sistem wahyu.”

Islam dan Anti-Trinitarian ModernBacaan nonfiksi religi
Ini kekeliruan berat; kita juga mengenakan setelan modern, padahal Kristen itu tua. Kita mempercayai kemajuan di jalur yang benar dan aman, tapi Unitarianisme modern adalah kemajuan di jalan yang salah; itu penurunan dan bukan kenaikan; itu tidak melambangkan kemajuan tapi justru kemunduran.

Mistikisme Islam PersiaBacaan nonfiksi religi
Mistikisme Persia paling awal terdiri dari utamanya asketisisme yang mengarah pada quietisme. Bagi para Sufi awal ini, jalan mistik-lah yang paling penting, kehidupan Penyucian yang akan membebaskan mereka dari diri dan menuntun mereka kepada Tuhan.

Apakah Hindu dan Kristen Sepadan: Pertentangan Dalam Konsep Kesatuan, Personalitas, Realitas, Maya, Karma, InkarnasiBacaan nonfiksi religi
Hinduisme mengajarkan bahwa dunia dan semua di dalamnya adalah akibat niscaya dari tindakan niscaya dalam roh universal. Dunia begini, dan begini adanya, semata-mata karena keniscayaan fitrah Ilahi. Menyelidiki lebih jauh alasan hal-hal sama dengan bertanya mengapa pohon mangga menghasilkan mangga.
