Hampir semua penulis menerima begitu saja bahwa Tuhan-nya al-Qur’an adalah entitas yang sama dan memiliki atribut-atribut yang sama dengan Jehovah atau dengan Ketuhanan dalam Perjanjian Baru. Terutama ini menimpa para penstudi rasionalistik Islam di Jerman dan Inggris. Apakah pandangan ini benar?

Rabbi Ben Ezra dan Persoalan India-ArabBacaan nonfiksi sains
Maka dia mengutus seseorang untuk memanggil seorang Yahudi yang hidup di zamannya dan yang menguasai kedua bahasa, dan dia memberinya perintah untuk menerjemahkan buku itu, karena dia khawatir jika seorang Arab sampai menerjemahkannya, orang itu bakal mati.

Kepurbakalaan Veda Menurut Hindu India: Pengaruh Karya Sanskerta Arya Kuno Terhadap Pengetahuan Barat dan ArabBacaan nonfiksi sejarah
Sudah diakui bahwa pengetahuan Aritmetika dan Aljabar diperoleh pertama kali dari orang-orang India/Hindu oleh orang-orang Arab dan kemudian diajarkan oleh mereka kepada bangsa-bangsa Barat. Fakta ini secara meyakinkan membuktikan bahwa peradaban Arya lebih tua daripada peradaban bangsa lain manapun di dunia.

Paganisme Monoteistik: Mungkinkah Monoteisme Semit Lahir Dari Paganisme AryaBacaan nonfiksi filsafat
Setelah arketip agama Yunani dibawa oleh para emigran Arya pertama dari kampung halaman mereka, diperkirakan tambahan ide-ide belakangan dari sumber yang sama bakal diterima dengan ranjing oleh anak-cucu mereka. Bahwa itu memang terjadi secara aktual dan historis, hal ini dibuktikan oleh tulisan-tulisan Persia maupun Yunani.

Matematika Hindu KunoBacaan nonfiksi sains
Kemajuan orang India dalam sains ini sebagian besar disebabkan oleh sistem notasi mereka yang mengagumkan, yaitu yang disebut sistem notasi Arab, yang tak diragukan lagi didapat oleh orang-orang Arab dari guru-guru Hindu, sebagaimana diakui oleh para narasumber terbaik.

Hasan al-BashriBacaan nonfiksi sejarah
‘Wahai Hasan... Jika aku jatuh dalam lumpur, tak ada bahaya besar yang timbul, aku bisa menyingkirkannya dengan mencuci; tapi jika kau jatuh ke dalam lubang kemegahan diri, kau takkan pernah keluar dalam keadaan bersih dan keselamatan abadimu akan hancur seluruhnya.’

Sufisme PanteistikBacaan nonfiksi sosial
Tendensi ekstatik para asketik Islam dan para Sufi belakangan timbul dari permulaan-permulaan ini. Kala itu, seperti saat ini, fase-fase perasaan yang berasal dari diri sendiri dinisbatkan pada sebab-sebab luar; sejak zaman paling lampau manusia telah mencari di luar mereka Tuhan yang mereka kandung di dalam.

Al-GhazaliBacaan nonfiksi sejarah
Walaupun terutama terkenal di Barat sebagai filsuf, dia sendiri tidak bakal mau mengakui gelar itu. Dia berkata bahwa tujuannya dalam mempelajari filsafat adalah untuk menyangkal para filsuf. Elemen sejati miliknya bukanlah filsafat tapi agama, yang mempenetrasi seluruh eksistensinya.
