Sesekali aku menemukan contoh pengungkapan kebenaran dalam sebuah suratkabar kapitalis, yang tidak bisa dijelaskan oleh motif egois kompetitif apapun. Apa artinya? Jika kau bisa masuk ke dalam kantor itu, kau akan mendapati seseorang mempertaruhkan roti yang masuk ke dalam mulut anak-anaknya.

Patriotisme Bani IsraelBacaan nonfiksi politik
Patriotisme demikian sangat agung. Itu rentan menjadi picik dan tak kenal kompromi, tapi itu menghasilkan pemeliharaan permanensi ras yang khas, dan itu menghadirkan ke hadapan dunia contoh sebuah bangsa yang agamanya dianggap sebagai fitur praktis dan esensial dalam politi sipilnya.

Seni Merencanakan PerangBacaan nonfiksi perang
Ketika mampu menyerang, kita harus terlihat tidak mampu; ketika menerjunkan pasukan kita, kita harus terlihat tidak aktif; ketika kita dekat, kita harus buat musuh percaya kita jauh; ketika jauh, kita harus buat dia percaya kita dekat.

Kemunculan Sang MataBacaan fiksi kriminal
“Sang Mata! yang baginya waktu dan jarak bukan apa-apa, yang menelanjangi pikiran manusia dan menusuk hati nuraninya! Kekuatan Sang Mata tidak terbatas—pembalasannya dahsyat!”

Matinya Raja IsraelBacaan fiksi satir
Seorang pria dengan rupa menyeramkan dan penampilan mengerikan datang kepadanya lewat gerbang aula. Raja ketakutan oleh masuknya orang itu tanpa diundang dan tampangnya membuat dia ngeri.

Pangeran Cendana Bapak KoreaBacaan fiksi folklor
Putera Sang Agung di Kayangan meminta kepada ayahnya sebuah kerajaan bumi untuk diperintah. Senang dengan permintaannya, sang Penguasa Kayangan memutuskan menghadiahi puteranya Tanah Punggung Naga, yang orang-orang sebut Korea.

Rahasia Tembok ChinaBacaan fiksi politik
Aku membayangkan kepemimpinan telah eksis sejak dahulu kala, bersama keputusan untuk mengkonstruksi tembok. Kaum utara polos yakin merekalah penyebabnya; kaisar terpuji dan polos yakin dialah yang memberi perintah.

Raja yang DibuangBacaan fiksi satir
“Aku seorang Raja—kau mungkin sudah lihat—dan aku dibuang dari kerajaanku selama setahun. Sekarang aku sedang menyelidiki pemerintahan negara-negara lain agar aku bisa tahu apa yang tak beres di kerajaanku sendiri.”
