Kendati pengaruh pers, melalui kemampuannya untuk terus mempertahankan subjek-subjek tertentu di depan pembacanya, telah tumbuh bersama pertumbuhan sumberdaya dan langganannya, cengkeramannya pada kepercayaan populer tak diragukan lagi sudah mengendor selama empat puluh atau lima puluh tahun terakhir.

Bagaimana Pengusaha Mengendalikan BeritaBacaan nonfiksi jurnalisme
Kau tak pernah bisa pastikan. Suatu hari seorang demagog busuk bisa saja mencoba menegakkan undang-undang ini terhadap kaum kaya setegas terhadap kaum miskin. Oleh karenanya, bermainlah aman dengan memangkas iklan satu halaman menjadi satu inchi. Itulah permainan di mana-mana, dan itu bagus.

Pers dan Opini PublikBacaan nonfiksi jurnalisme
Berkat pers, dunia beradab menjadi “kecil” dan organik. Bangsa-bangsa merasa berada di bawah paksaan moral, dan “penghormatan pantas terhadap opini umat manusia” mencegah banyak kesalahan dan ketidakadilan, dan menimbulkan perenungan dan pertimbangan gelisah.

Pers Piaraan Pengusaha: Kekuatan Dalam KepentinganBacaan nonfiksi jurnalisme
Setiap hari sepanjang tahun, beberapa ribu suratkabar bukan (dalam frasa lama) mencetak opini publik melainkan menyelewengkan dan meracuninya. Seringkali tanpa sadar; kadang dengan sadar dan dengan enggan tapi selalu di bawah tekanan sebuah kondisi yang sangat tak bisa ditawar-tawar.

Universalitas AgamaBacaan nonfiksi filsafat
Dia hanya percaya kepada arwah-arwah sebagai bentuk kehidupan manusia atau (kehidupan binatang). Maka kita harus menganggapnya memiliki kepercayaan kepada kekuatan arwah, tapi kita tidak dapat menyiratkan bahwa kepercayaan ini melibatkan pula kepercayaan kepada suatu kekuatan yang bukan milik manusia.

Tuhan Arya & Tuhan SemitBacaan nonfiksi religi
Kaum Semit tidak seperti bangsa-bangsa Arya, yang melihat esensi dewa-dewa mereka dalam fenomena alam seperti cahaya, hujan, guntur, dan kilat dan memberinya nama-nama dan gelar-gelar sebanding. Emosionalisme keagamaan kaum Semit yang lebih intens mempersepsikan Ketuhanan lebih sebagai kekuatan yang bekerja dari dalam.

Sejarah Bani Israel Menurut Ernest RenanBacaan nonfiksi sejarah
Renan hampir tak bisa menemukan bahasa untuk mengekspresikan kejijikannya terhadap degradasi agama partriarkal lama itu. Jahve adalah Tuhan nasional, dengan kata lain Tuhan durjana. Dia menyimpangkan Israel. Dia menjadikannya kejam, tak adil, khianat, egois, memikirkan kepentingannya sendiri saja.

Dunia Ketuhanan: Tuhan dan Tuhan-tuhanBacaan nonfiksi religi
Bahwa dalam politeisme, dualisme, atau trinitarianisme, salah satu kekuatan pasti membatasi atau mengaburkan kekuatan lain. Dengan cara ini Trinitas Kristen menggiring umat manusia, dalam banyak hal, ke penurunan standar kebenaran tertinggi, ke pelanggaran keadilan.
