“Kau tahu, kita orang-orang Barat tak pernah tahu di mana harus berhenti. Kita menghancurkan atau dihancurkan. Aku sudah menggali rahasia terdalam peradaban-peradaban kuno itu, turun, turun, turun, ke dalam agama-agama mereka, pemikiran mereka, ide mereka.”

Cosi-Sancta: Keburukan Kecil Demi Kebaikan BesarBacaan fiksi satir
Karena terlalu bijak, Cosi-Sancta membuat pecintanya binasa dan suaminya dijatuhi hukuman mati, dan, karena selalu menurut, menyelamatkan hidup saudaranya, puteranya, dan suaminya. Setelah wafat dia dikanonisasi karena telah berbuat begitu banyak kebaikan.

Wanita yang Benci PolitisiBacaan fiksi romansa
Laura membiarkan mata indahnya menyimpang ke arah kumpulan padat itu. Kini setelah dia tahu mereka politisi, dia berkata dalam hati bahwa dia mengenali spesies mereka begitu melihat mereka. “Aku tidak terlalu pandai dengan hal semacam ini,” katanya. “Aku benci politisi.”

Wahai Wanita, Tunduklah Pada SuamimuBacaan fiksi keluarga
Tidakkah cukup bahwa setiap bulan aku mengalami banyak ketidaknyamanan tak sedap untuk seorang wanita berkualitas, dan bahwa, paling parahnya lagi, menahan salah satu dari dua belas rasa sakit ini per tahun bisa membuatku mati tanpa ada siapapun datang memberitahuku. Taat?

Sisi Lain KoranBacaan fiksi humor
Ada sebuah cerita yang beredar di kalangan pers berkenaan dengan rasa penasaran kaum wanita. Cerita itu menyebut, jika seorang suami membawa pulang selembar koran yang satu penggalannya telah digunting, isterinya takkan pernah tenang.

Pembunuhan ArsenikBacaan fiksi kriminal
Lima orang mati; minimal satu—mungkin semuanya—akibat keracunan arsenik! Terus-menerus bertengkar, selisih usia yang lebar antara suami dan isteri, si isteri sakit dan barangkali tak waras—apa arti semua ini?

Tuan TanahBacaan fiksi satir
Dia menjadi tuan tanah, membajak dan menabur lahannya sendiri, memotong jerami pakan di lahannya sendiri, menebang pohon-pohonnya sendiri, dan memberi makan ternaknya dari padang rumputnya sendiri.

Jari Ke-9Bacaan fiksi detektif
Dari dasar jari keempat, tampak sebuah jari kelima yang berkembang sempurna, bergulung ke dalam menuju apa yang tadinya adalah telapak tangan, seolah-olah, semasa hidup, pemiliknya biasa menutupinya dari pengamatan.
