Tidak ada yang namanya keilahian yang terpisah dari entitas ilahi. Jika manusia bisa dikatakan memiliki kadar keilahian lebih besar atau lebih kecil di dalam diri mereka, bahasa ini tidak memiliki pengertian yang jelas, kecuali jika dimaksud bahwa mereka memiliki kadar tertentu Tuhan di dalam diri mereka.

Sufisme PanteistikBacaan nonfiksi sosial
Tendensi ekstatik para asketik Islam dan para Sufi belakangan timbul dari permulaan-permulaan ini. Kala itu, seperti saat ini, fase-fase perasaan yang berasal dari diri sendiri dinisbatkan pada sebab-sebab luar; sejak zaman paling lampau manusia telah mencari di luar mereka Tuhan yang mereka kandung di dalam.

Al-HallajBacaan nonfiksi religi
Para Sufi abad-abad berikutnya melihat dalam dirinya seorang teosofis tulen, orang yang dimabukkan oleh cintanya kepada Tuhan sampai tergirang-girang sedemikian rupa sehingga dia yakin dirinya menyatu dengan Esensi Ilahi, dan dia disalahkan hanya karena mengungkapkan misteri Ketuhanan.

Dua Fitrah Kristus: Mungkinkah Monoteisme dan Trinitarianisme Sebagai MisteriBacaan nonfiksi religi
Apakah yang kita maksud dengan manusia adalah kesadaran diri, sadar akan identitasnya sendiri dan akan perbedaan identitas dari semua entitas spiritual lain, dan akan keterbatasan pengetahuan dan kekuatan yang merupakan sifat dari daging manusia?

Apakah Hindu dan Kristen Sepadan: Pertentangan Dalam Konsep Kesatuan, Personalitas, Realitas, Maya, Karma, InkarnasiBacaan nonfiksi religi
Hinduisme mengajarkan bahwa dunia dan semua di dalamnya adalah akibat niscaya dari tindakan niscaya dalam roh universal. Dunia begini, dan begini adanya, semata-mata karena keniscayaan fitrah Ilahi. Menyelidiki lebih jauh alasan hal-hal sama dengan bertanya mengapa pohon mangga menghasilkan mangga.

Perbedaan Inkarnasi Antara Yunani dan KristenBacaan nonfiksi religi
Dalam langkah selanjutnya dari proses tersebut, gagasan yang dibangunkan dengan cara itu mempersonifikasi objeknya, dan memberinya nama; Personifikasi ini, mulanya samar dan fana, pada akhirnya menjadi jelas dan tetap.

Trinitas: Antara Keesaan Tuhan dan Ketuhanan yang EsaBacaan nonfiksi religi
“Aku tak keberatan doktrin tersebut misterius; aku mempercayai banyak hal yang misterius; tapi aku tak ingin bahasa jadi misterius. Mungkin lebih baik kau gunakan kata Yunani, atau kata Ibrani, atau kata China, dan memintaku untuk percaya ada tiga hipostasis atau tiga prosopa dalam Ketuhanan.”

Agama Arya vs Agama Semit. Sebuah StudiBacaan nonfiksi religi
Sains telah membuktikan bahwa tendensi asli bangsa-bangsa Arya adalah Panteisme, sementara Monoteisme, adalah doktrin tetap bangsa-bangsa Semitik. Panteisme dan Monoteisme adalah sungguh kanal besar di mana kedua sungai suci umat manusia mengalir.
