Objek-objek itu pergi 90 derajat terhadap garis kedatangan mereka. Mereka pergi dengan kecepatan sedemikian rupa sehingga mengecil menjadi bintik dan lenyap dari penglihatan dalam waktu tidak lebih dari enam detik.

Siapa Menentang Dunia MayaBacaan nonfiksi religi
Seluruh kesulitan ini murni fiksi. Tentu saja kami tidak mengakui keriilan Māyā, tapi di saat yang sama kami juga tidak berpendapat bahwa ia tak riil dari sudutpandang empiris. Secara empiris ia sat (eksis); dunia ada, tapi ia Māyā.

Filosofi Arya: Alam Tidak Diciptakan, Materi Adalah Ilusi Dunia Maya, Trinitas Arya Dasar TrimurtiBacaan nonfiksi filsafat
Ini adalah konsepsi-konsepsi dasar yang mendarah-daging dalam akal semua orang Arya, dan bermacam-macam filosofi dan agama Hindu hanyalah cabang dari akar bersama ini.

Eksis di Dunia Maya, Eksis di Mana-mana: Mungkinkah Manusia Makhluk Imajinasi yang Hidup Dalam Penampakan?Bacaan nonfiksi religi
Si pembohong bukanlah pembohong. Si pembunuh bukanlah pembunuh. Si pezina tidak keji sebetulnya. Cinta, benci, gembira, sakit yang kita rasakan, harapan, ketakutan, dan emosi-emosi lain yang kita sadari, semuanya ilusif dan tidak betul-betul eksis.

Selamat Datang di Dunia MayaBacaan nonfiksi religi
Apa yang kita sebut doktrin Māyā tidaklah lebih dari sebuah upaya untuk menunjukkan betapa mustahilnya dunia lebih dari sekadar “penampakan” yang berbeda dari “Realitas”, yang mana pada hakikatnya hanyalah Brahman.

Masa Lalu Dunia MayaBacaan nonfiksi religi
Ilusi kosmik—yang di bawah pengaruhnya para individu merasa seolah-olah “tidur”—disebut sebagai tak berawal, di mana dualitas—yang dari keserbaragamannya kata tersebut disusun—dinyatakan sebagai ilusi belaka, di mana māyā dikatakan merupakan “kekuatan ajaib” Dewa sendiri.
