“Aku tidak mengaku apa-apa,” ralat si tahanan. “Kau menyatakan uang kertas lima puluh dolar yang kau temukan saat menggeledahku adalah palsu. Aku percaya ucapanmu. Tapi jika mereka palsu, aku hanya memberitahumu ada seratus lagi seperti mereka di kamarku di hotel.”

Ayo Bakar UangBacaan fiksi humor
“Kerabat jauhmu mati dan mewariskan semua uangnya padamu! Maaf kau sudah repot melakukan perjalanan panjang tapi...Aku rasa aku tak bisa berikan angka! Kau tahu, dia menyimpan tabungannya di sebuah loteng...dan itu terlalu banyak untuk dihitung!”

Detektif Tictocq dan Orang DemokratBacaan fiksi politik
“Di sana berdiri orang yang sudah meramu seluruh skema ini. Itu trik politik jahanam yang zalim untuk menghilangkan suara bagi partai kita. Sudah berapa jauh ini?”

No. 212Bacaan fiksi misteri
Aku penasaran apakah pria di No. 212 juga datang kemari untuk istirahat. Dia pucat sekali. Tapi aku tak percaya dia sakit, sebab kepucatannya bukan raut sakit, tapi justru sehat dalam kejernihan warna gadingnya.

Detektif WanitaBacaan fiksi detektif
“Kita akan membuat rencana persis di jantung negeri musuh dan mereka takkan pernah menyadarinya. Boleh jadi, kita juga akan melihat sepintas beberapa orang yang disebutkan dalam surat kaleng.”

Mata-mataBacaan fiksi spionase
Bagiku keadaan ini sulit dimengerti, bahwa tanpa terdengar teriakan oleh satupun tamu, pembunuhan dapat dilakukan di sebuah hotel padat di mana kamar-kamar di setiap sisi telah berpenghuni dan orang berlalu-lalang di koridor sepanjang waktu.

Lift MalamBacaan fiksi misteri
Jam 12 malam aku melangkah ke dalam lift. Sambil melewati lantai dua dan tiga aku bertanya-tanya siapa yang memanggil selarut ini. Aku berpikir, pasti orang asing yang tak tahu aturan hotel.

Nomor 13Bacaan fiksi misteri
Menempatkan mereka di Nomor 13? Yang benar saja, mereka akan segera tidur di jalan raya. Bagiku, tak ada bedanya berapa nomor kamarku. Itulah yang sering kubilang pada mereka. Tapi mereka bersikeras itu membawa sial.
