Skip to content
Detektif Wanita – Relift Media

Detektif Wanita

Kita akan membuat rencana persis di jantung negeri musuh dan mereka takkan pernah menyadarinya. Boleh jadi, kita juga akan melihat sepintas beberapa orang yang disebutkan dalam surat kaleng.


Setengah jam kemudian, seorang nona jangkung, mencolok, dan penuh percaya diri dengan senyuman manis membuka pintu laboratorium dan menanyakan Profesor Kennedy.

“Nona Kendall?” selidik Craig, maju menemuinya.

Dia berambut gelap, dengan roman biasa dan ekspresi yang menunjukkan derajat kecerdasan tinggi. Mata kelabu jernihnya seolah menembus dan mencopot topeng orang-orang. Bukan hanya roman dan matanya yang menunjukkan kecerdasan; gaunnya juga menunjukkan bahwa tanpa mengorbankan kerapian, dia sengaja memperlunak fesyen yang begitu pas dengan bentuk tubuhnya supaya tidak menarik perhatian. Itu cerdik, karena jika ada yang harus dilakukan seorang detektif hebat, maka itu adalah mencegah orang-orang menengok dua kali.

Aku sudah tahu sedikit tentang kiprahnya. Dia mengawali dari sebuah kasus agak sulit untuk salah satu agensi besar. Setelah pengalaman beberapa tahun, dia memutuskan ada satu bidang untuk seorang detektif wanita independen yang akan menarik terutama kaum wanita sendiri. Tanpa bantuan, dia berjuang sampai mendapat posisi saat ini: rivalitas sengit dengan pria-pria terbaik dalam profesinya.

Kuperhatikan Kennedy baik-baik. Secara naluriah aku merasa, inilah wanita “baru” dan pria “baru”, kalau memang ada yang seperti itu. Aku bertanya-tanya bagaimana mereka akan bergaul akrab. Untuk saat ini, setidaknya, Clare Kendall adalah bahan studi yang mengasyikkan. Dia menyalami kami dengan jabat tangan blak-blakan dan tersentak-sentak.

“Tn. Carton,” katanya langsung, “sudah cerita padaku bahwa dia menerima surat kaleng pagi ini. Boleh aku melihatnya?”

Ada saat-saat ketika sikap sok kasar maskulin dari wanita “baru” sedikit menggelegar, selain kerap salah tangkap. Tapi dengan Clare Kendall, orang tidak merasa dia selalu mencoba menegaskan dirinya setara dengan atau lebih unggul dari orang lain, padahal memang benar menurut mayoritas detektif yang kujumpai. Lebih tepatnya, dia berbeda; bahkan, hampir dari awal aku merasa dia wajib ada. Dia seolah punya kemampuan untuk langsung ke inti masalah, sejenis kecakapan intuisi yang seringkali lebih bernilai dari apapun, kemampuan untuk merasakan atau mengindera hal-hal yang mulanya tidak didukung bukti aktual. Detektif hebat selalu punya naluri semacam itu, dan Clare Kendall, sebagai seorang wanita, memilikinya dalam kadar besar. Tapi dia punya yang lain. Dia punya kemampuan untuk pergi lebih jauh dan memperoleh fakta-fakta dan bukti aktual; sebab, seperti sering dia katakan dalam jalannya sebuah kasus, “Intuisi wanita mungkin bukan bukti bagus di pengadilan, tapi itu salah satu sarana paling bagus untuk mendapatkan bukti bagus yang akan meyakinkan pengadilan.”

“Para penyelidikku sudah mengawasi tempat itu beberapa lama,” komentarnya saat selesai membaca surat. “Tentu saja, setelah akrab dengan hal seperti ini selama beberapa bulan bekerja, aku punya semua kesempatan di dunia ini untuk mengamati dan mengumpulkan informasi. Aku tidak kaget dengan surat ini.”

“Jadi menurutmu itu petunjuk bagus?” tanya Kennedy.

“Sudah pasti; walaupun, tanpa surat ini, harusnya aku tidak mulai dari situ. Tapi tetap, sedekat yang bisa kusimpulkan, ada kelompok tak terklasifikasi yang punya koneksi dengan Montmartre dalam suatu cara. Sebagai contoh, ada satu karakter agak keras yang kelihatannya punya koneksi dengan orang-orang di sana, menurut cerita para penyelidikku. Yaitu seseorang bernama ‘Ike the Dropper’, salah satu dari orang-orang tangan besi yang bermigrasi dari East Side ke White Light District. Setidaknya para penyelidikku bilang dia terlihat di sana, karena aku tak pernah repot-repot datang ke tempat itu. Ada banyak pekerjaan di tempat lain yang menjanjikan hasil segera. Tapi aku senang mendapat kesempatan mengurus tempat ini dengan bantuanmu.”

Judul asli : The Woman Detective ()
Pengarang :
Seri :
Penerbit : Relift Media, March 2019
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment