Haruskah kita menyangka bahwa bangsa India meminjam ide Nakshatra-nakshatra qamariyah dari bangsa China, tapi bahwa bangsa China meminjam nama-nama mereka dari bangsa India? Dalam rangka mempertahankan sangkaan semacam itu, seseorang perlu menegakkan kepurbakalaan dan ketulenan sastra dan peradaban China awal.

Rabbi Ben Ezra dan Persoalan India-ArabBacaan nonfiksi sains
Maka dia mengutus seseorang untuk memanggil seorang Yahudi yang hidup di zamannya dan yang menguasai kedua bahasa, dan dia memberinya perintah untuk menerjemahkan buku itu, karena dia khawatir jika seorang Arab sampai menerjemahkannya, orang itu bakal mati.

Kepurbakalaan Veda Menurut Hindu India: Pengaruh Karya Sanskerta Arya Kuno Terhadap Pengetahuan Barat dan ArabBacaan nonfiksi sejarah
Sudah diakui bahwa pengetahuan Aritmetika dan Aljabar diperoleh pertama kali dari orang-orang India/Hindu oleh orang-orang Arab dan kemudian diajarkan oleh mereka kepada bangsa-bangsa Barat. Fakta ini secara meyakinkan membuktikan bahwa peradaban Arya lebih tua daripada peradaban bangsa lain manapun di dunia.

Asal-Muasal Astronomi India KunoBacaan nonfiksi sejarah
Seberapa jauh astronomi Brahmanik dipengaruhi oleh sistem-sistem yang aslinya dibentuk di Khaldea kuno. Praduga akan pengaruh semacam itu menyediakan hipotesis lebih sederhana dan lebih probabel daripada upaya untuk menelusuri ide-ide astronomis terawal bangsa India.

Matematika Hindu KunoBacaan nonfiksi sains
Kemajuan orang India dalam sains ini sebagian besar disebabkan oleh sistem notasi mereka yang mengagumkan, yaitu yang disebut sistem notasi Arab, yang tak diragukan lagi didapat oleh orang-orang Arab dari guru-guru Hindu, sebagaimana diakui oleh para narasumber terbaik.

Kronologi Vedik: Bukti Veda Sejak 11.000 SMBacaan nonfiksi sejarah
Jelas bahwa Aryanisme di Asia Barat merepresentasikan tahap belakangan dan bukan awal dalam perkembangan agama Vedik. Tahap dan masa lebih awal lagi direpresentasikan oleh penyebutan kuda dalam lauh Babilonia 2100 SM sebagai “keledai dari Timur” atau “keledai dari gunung”.
