Dengan dahi di kaca, aku asyik meneliti gerombolan itu, ketika tiba-tiba tampaklah sebuah wajah (wajah pak tua jompo, umurnya 65 atau 70-an), sebuah wajah yang menahan dan sekaligus menyerap seluruh perhatianku, lantaran ekspresinya yang betul-betul aneh.

Lot No. 249Bacaan fiksi misteri
Tiga menit lalu itu kosong. Dia bisa bersumpah untuk itu, sekarang itu membingkai tubuh kejur penghuni angkernya, yang berdiri suram dan dingin dengan wajah layu hitam terarah ke pintu.

Sosok di GudangBacaan fiksi horor
Jika pintu hanya ditutup dan tidak dikunci, dia merinding ketakutan, tapi tetap diam; tapi jika pintu terbuka, jika garis hitam setipis apapun menunjukkan itu tidak ditutup rapat, maka si bocah tiga tahun akan menjerit.

Monster Dalam GuaBacaan fiksi fantasi
Aku bertanya-tanya spesies hewan apa yang akan kuhadapi; ia pasti, pikirku, binatang malang yang telah membayar atas rasa penasarannya untuk menyelidiki salah satu jalan masuk gua angker dengan terkurung seumur hidup.

Cerita HantuBacaan fiksi horor
“Biar kuberitahu kau. Aku ada di ruang berbeda, karena satu alasan, dan kau akan menemukanku di kamar manapun yang kau masuki; karena menurut metode ukurmu, aku ada di setiap sudut rumah ini.”

Mimpi Tangan MerahBacaan fiksi filsafat
Aku lari membawa rasa bersalah sia-sia yang tak sanggup kupikul. Ah! Tuan, kau yang belum pernah berbuat dosa seperti itu tidak tahu bagaimana rasanya membawa-bawanya bersamamu.

Hantu MembaraBacaan fiksi detektif
Aku mendengar teriakan paling mengerikan yang pernah terdengar oleh manusia. Bukan rintihan, bukan pula jeritan—hanya teriakan. Lalu, sementara aku memantapkan syarafku, sebuah sosok—sosok putih berkobar, terbakar—timbul dari ketiadaan.

Rumah BaruBacaan fiksi misteri
Dia bersikeras baru melihat sosok luar biasa tinggi datang ke samping ranjang dan berdiri di sana. Cahaya kamar terlalu redup untuk mendefinisikan sosok penampakan ini, selain fakta bahwa dia melihat jelas wujudnya.
