“Kau sudah tamat. Kota ini sudah melahapmu habis. Ia sudah mengambilmu dan memotongmu sesuai polanya dan mencapmu dengan mereknya. Kau sangat mirip dengan sepuluh ribu orang yang kulihat hari ini sampai tak bisa dibedakan dari mereka.”

Sumur TuaBacaan fiksi misteri
Sumur itu, yang sudah lama tak dipakai, hampir tersembunyi oleh jeratan semak-semak tebal yang merusuh di sudut taman tua. Itu tertutup sebagian oleh penutup yang menyusut dan tinggal setengah.

PenyusupBacaan fiksi keluarga
Kalian yang bisa melihat, beritahu aku, demi kasih Tuhan! Aku di sini, seorang diri, dalam kegelapan tak berujung! Aku tak tahu siapa yang duduk di sampingku!

04:15 EkspresBacaan fiksi misteri
Aku melihat mereka dua detik sebelumnya—dan sekarang mereka lenyap! Aku terdiam, kutengok kanan-kiri, tak ada tanda-tanda mereka di segala arah. Seakan-akan peron telah menganga dan menelan mereka.

Kebun BerbisikBacaan fiksi misteri
Ada kesamaran pada segala hal yang terlihat oleh mata: hutan bagaikan awan hijau besar, bunga-bunga tepi jalan, rumah-rumah petani yang sepi dan setengah tertelan kumpulan bunga kebun—semuanya seperti dalam mimpi.
