Skip to content
Penyusup – Relift Media

Penyusup

Kalian yang bisa melihat, beritahu aku, demi kasih Tuhan! Aku di sini, seorang diri, dalam kegelapan tak berujung! Aku tak tahu siapa yang duduk di sampingku!


Sebuah ruangan bercahaya redup di sebuah rumah pedesaan tua. Sebuah pintu di sebelah kanan, sebuah pintu di sebelah kiri, dan sebuah pintu kecil tersembunyi di pojok. Di belakang, jendela-jendela kaca berwarna, di mana warna hijau mendominasi, dan sebuah pintu kaca yang terbuka ke sebuah teras. Sebuah jam Belanda di satu pojok. Sebuah lentera menyala.

Ketiga anak perempuan: Sini, kek. Duduk di bawah lentera.

Kakek: Sepertinya tak banyak cahaya di sini.

Ayah: Apa kita ke teras saja, atau tetap di ruangan ini?

Paman: Bukankah lebih baik tetap di sini? Sepanjang pekan ini turun hujan, dan malamnya lembab dan dingin.

Anak perempuan tertua: Tapi bintang-bintang bersinar.

Paman: Ah! bintang-bintang—tak seberapa.

Kakek: Sebaiknya tetap di sini. Kita tak pernah tahu apa yang mungkin terjadi.

Ayah: Tak ada lagi alasan untuk cemas. Bahaya sudah lewat, dan dia selamat...

Kakek: Aku merasa dia tidak akan baik-baik saja...

Ayah: Kenapa ayah bilang begitu?

Kakek: Aku dengar suaranya.

Ayah: Tapi para dokter menjamin kita bisa tenang...

Paman: Kau tahu sendiri, ayah mertuamu suka membuat kita khawatir yang tak perlu.

Kakek: Aku tidak melihat ini seperti kalian melihatnya.

Paman: Kalau begitu, sebaiknya kau percaya pada kami, yang bisa melihat. Dia tampak sehat sore tadi. Dia sedang tidur tenang sekarang; dan kita tidak akan merusak, tanpa alasan apapun, malam nyaman pertama yang nasib berikan pada kita... Menurutku kita berhak untuk tenang, dan bahkan tertawa sedikit, malam ini, tanpa cemas.

Ayah: Benar; ini pertama kali aku merasa di rumah bersama keluargaku sejak persalinan gawat ini.

Paman: Sekali penyakit datang ke sebuah rumah, seakan-akan orang asing memaksa masuk ke dalam lingkaran keluarga.

Ayah: Berarti kau juga paham, kita tidak boleh mengandalkan orang di luar keluarga.

Paman: Kau benar.

Kakek: Kenapa aku tidak boleh temui puteriku hari ini?

Paman: Kau tahu sendiri—dokter melarang.

Kakek: Entah apa yang harus kupikirkan...

Paman: Tak ada pentingnya khawatir.

Kakek (menunjuk pintu sebelah kiri): Dia tak bisa dengar kita?

Ayah: Bicara kita tidak keras; lagipula, pintunya sangat tebal, dan Suster Amal menemaninya; dia pasti memperingatkan kalau kita terlalu berisik.

Kakek (menunjuk pintu sebelah kanan): Dia tak bisa dengar kita?

Ayah: Tidak, tidak.

Kakek: Dia tidur?

Ayah: Kurasa begitu.

Kakek: Sebaiknya periksa.

Paman: Si kecil lebih membuatku cemas daripada isterimu. Sekarang sudah beberapa minggu sejak dia lahir, dan dia hampir tak bergerak. Dia belum menangis sekalipun! Dia seperti boneka lilin.

Kakek: Aku menduga dia akan tuli—juga bisu, mungkin—akibat lazim dari perkawinan antar sepupu...

Judul asli : The Intruder
L'Intruse
()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, April 2019
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment