Saat melewati ambang pintunya, rasanya aku meninggalkan sepotong ragaku di sana. Dengan mata berlinang aku menengok sekeliling, tapi tak ada siapapun di situ yang bisa menolongku. Tak ada siapapun di jalan, dan tak ada siapapun di ladang.

ThumbelisaBacaan fiksi folklor
Sementara para makhluk ladang dan hutan menyaksikan, burung itu terbang ke selatan dengan si gadis mungil di punggungnya. Para gnome, elf, dan binatang terheran karena belum pernah melihat pemandangan seaneh itu.

Cinta TerbalikBacaan fiksi romansa
Setiap pagi aku melempar bunga ke dalam air sebagai “selamat pagi”, dan bunga lain di petang hari sebagai “selamat tidur”, dan segera kudapati lemparan bungaku tidak sia-sia sama sekali.

Kebun BerbisikBacaan fiksi misteri
Ada kesamaran pada segala hal yang terlihat oleh mata: hutan bagaikan awan hijau besar, bunga-bunga tepi jalan, rumah-rumah petani yang sepi dan setengah tertelan kumpulan bunga kebun—semuanya seperti dalam mimpi.
