Skip to content
Terowongan Sevenoaks – Relift Media

Terowongan Sevenoaks

Pintu kompartemen Jonasson terbuka, dan terbanting-banting... Semua bukti menunjukkan dia sendirian di dalam kompartemen; dia sendiri yang membuka pintu—sidik jari di gagang—lalu terjatuh.


“Apa pentingnya kecelakaan atau bunuh diri?” ketus Magnum ke dalam gagang telepon. Dia kesal lantaran diganggu di tengah perhitungan rumus rumit berdasarkan sudut dan sumbu kristalografik, yang mensyaratkan quaternion dan keheningan sempurna.

“Sepenting lima puluh ribu pound,” balas suara hukum di ujung lain. “Itu nilai polis asuransinya. Perusahaan berpen­dapat ini kasus bunuh diri, jadi polisnya batal dan hangus.”

“Saat ini,” bentak Magnum, “aku tak peduli kalau dia diasuransikan senilai Utang Nasional! Cari detektif, jangan ganggu aku!”

Membiarkan gagang telepon tertanggal dari kaitnya, agar tidak dihubungi lagi, Magnum kembali terjun ke dunia sin α dan cos β.

Pengganggu tadi adalah junior partner di “East, East, and Stacey”, seorang pemuda teguh dan berkemampuan hukum. Kebetulan dia punya ketertarikan khusus terhadap kasus mendiang, karena kerabat dekatnya adalah nona muda mem­pesona; paling tidak menurutnya. Jadi dia lompat ke dalam taksi dan melaju dari Clifford’s Inn ke Upper Thames Street, di mana sang konsultan sains berkantor dan berlaboratorium.

“Astaga!” sambutan Magnum untuknya.

“Maaf mengganggu. Berapa lama lagi kau akan selesai?” balasan lembut yang dirancang untuk memalingkan kemur­kaan.

“Sampai tengah malam!” hardik Magnum, mengangkat alis tebal kemerahan, dan menonjolkan janggut terjurai kemerahan.

“Akan kutunggu,” putus Stacey. “Aku akan bahas skandal ini bersama Meredith.”

Ivor Meredith adalah pemuda Wales, seorang jenius analisa dan tangan kanan Magnum. Dia merupakan intisari rasa malu dan kebersahajaan. Stacey masuk ke laboratorium dan mulai menyindirnya untuk menghabiskan waktu.

“Ada apa ini, aku dengar gosip tentangmu dan seorang janda cantik?” langkah pembukanya.

Meredith protes, memerah geram. Dia mengaku tak kenal janda cantik manapun. Dan ini memang benar, karena dia sangat takut dengan semua jenis kelamin perempuan.

Satu jam kemudian Magnum muncul dari kantornya. Analisa kristalografik membuktikan perkiraan pribadinya dengan tepat, dan awan amarah lenyap dari langitnya. Dia mendapati anak didiknya sudah mempermalukan Stacey dengan menantangnya meletuskan bohlam kaca, yang tampak sederhana tapi ternyata butuh latihan berbulan-bulan. Stacey, berkeringat di atas lampu hembus, dikelilingi banyak benda aneh bulat dan seram.

“Lebih baik urusi hukum saja,” senyum Magnum. “Kau bisa jadi pengacara sukses sekalipun kesepuluh jari tanganmu berbentuk jempol. Nah, apa masalah polis asuransi tadi?”

Stacey membalasnya serius dengan ikhtisar kasus. Abel Jonasson, seorang petapa eksentrik, umur 54, dan bujangan, telah mengasuransikan nyawanya senilai 50.000 pound di Empire Assurance Company enam bulan lalu. Dalam perjalanan kereta melintasi terowongan Sevenoaks, dia sendirian di dalam kompartemen kelas dua. Entah bagaimana, dia terjatuh dari kereta yang sedang melaju; kemungkinan tewas akibat jatuh tersebut; sudah pasti terlindas oleh kereta yang lewat di lintasan logam lain. Juri koroner memberi putusan terbuka. Atas nasehat para dokter dan penasehat hukum, Empire Company, firma dengan reputasi kelas atas, memutuskan untuk melawan klaim asuransi sampai ke Majelis Perwakilan Tinggi kalau perlu.

Mereka berpendapat, untuk ukuran seseorang berpeng­hasilan terbatas seperti dia, polis 50.000 pound terlalu besar, kecuali kalau dia sengaja merenggut nyawanya sendiri demi mengamankan uang dalam jumlah besar untuk kerabatnya. Kasus-kasus seperti itu pernah muncul.

Judul asli : The Mystery of the Sevenoaks Tunnel ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, January 2016
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment