Skip to content
Bilik Cedar – Relift Media

Bilik Cedar

Aku tak sanggup berteriak minta tolong, padahal kamar Archie dekat sekali, dan aku tahu teriakan di tengah kesunyian pekat akan membawa­nya kepadaku. Yang bisa kulakukan hanya menatap, menatap, menatap ke dalam gelap.


Kejadiannya sepuluh tahun silam. Sangat mencolok, dan akan terus mencolok, dalam ingatanku bagai suatu pagar gelap jelek yang memisahkan riangnya masa gadis, beserta dukacita konyol perajuk dan sukacita lugu penggembira, dari cerah dan eloknya hidupku sejak saat itu. Kalau melihat ke belakang, rasanya masa itu dibayangi oleh awan gelap mencekam, yang di dalamnya terkandung petir kematian atau—seribu kali lebih buruk—kegilaan, andai saja bukan karena cinta paling lembut dan sabar paling gigih. Demikianlah, selama berbulan-bulan “kehidupan merayap dengan satu sayap patah”, jika bukan “melewati sel-sel kegilaan”, tapi sungguh “melalui bayang-bayang kengerian dan ketakutan”. Oh, hari-hari dan bulan-bulan melelahkan, meletihkan, tatkala aku mengiba, mendamba peristirahatan! Tatkala sinar mentari menjadi siksaan, dan setiap bayang dipenuhi kengerian tak terkatakan; tatkala jiwaku memohon kematian; agar diperkenankan merangkak pergi dari teror yang mengintai di dalam desiran sepoi terhalus musim panas, kedipan bayang daun terkecil di atas rumput tersorot mentari, di setiap sudut dan lipatan gorden di rumah lamaku tersayang. Tapi cinta menaklukkan segalanya, dan kini aku bisa ceritakan kisahku, dengan takjub dan heran, sungguh, tapi secara pelan dan tenang.

Sepuluh tahun lalu aku hidup bersama saudara tunggalku di salah satu rumah kepala pendeta berdinding muka merah kuno yang dijalari tumbuhan ivy. Rumah-rumah pendeta tersebar indah di seantero Inggris. Kami anak yatim, aku dan Archibald. Baru setahun aku menjadi nyonya rumahnya yang indah selepas tamat sekolah, sibuk dan bahagia, ketika Robert Draye melamarku menjadi isterinya. Robert dan Archie berteman lama, Dan rumah baruku, Istana Draye, hanya dipisahkan dari rumah pendeta oleh satu tembok tua kelabu, satu pintu rendah bertatah besi yang memperlewatkan kami dari rumah pendeta cerah ke taman tua, kepunyaan keluarga Draye selama berabad-abad. Robert adalah tuan tanah bangsawan, dan dialah yang memberi Archie mata pencaharian Draye di Wold.

Malam itu sebelum hari pernikahanku, rumah cantik kami disesaki para tamu pernikahan. Kami semua bersama-sama di ruang kumpul luas bergaya kuno usai makan malam. Saat Robert meninggalkan kami pada larut malam, seperti biasa kutemani dia ke gerbang kecil, kali ini untuk perpisahan terakhir, sebutnya. Kami berlama-lama di bawah pohon kenari besar. Rembulan September melimpahkan cahaya murni lembut ke sela-sela dedahanan lebat nan suram. Dengan kecupan selamat malam terakhir di bibirku dan penuhnya hatiku oleh sosoknya serta cinta yang menghangatkan dan mengagungkan seluruh dunia untukku, aku tak mau kembali ke ruang kumpul untuk berbagi kesenangan dan kegembiraan, melainkan naik pelan-pelan ke kamarku sendiri. Aku sebut “kamarku sendiri” padahal baru malam ini kutempati sebagai kamar tidur. Kamar selatan nyaman, berkayu lis cedar kaya ukiran, yang memberi wangi tajam pada atmosfernya. Aku langsung memilihnya sebagai ruang santai pagi saat pertama tiba di rumah kami. Di sini aku membaca, menyanyi, dan melukis, dan menghabiskan hari panjang nan cerah selagi Archibald sibuk di kamar kerjanya usai sarapan. Ranjangku sudah dirapikan karena aku lebih suka sendirian daripada berbagi kamar tidur besarku dengan dua gadis pengiring pengantin. Kelihatan cerah dan nyaman sewaktu aku masuk. Kursi rendah kesayanganku ditarik ke depan perapian; cahaya merahnya melirik dan mengerdip kepada dinding-dinding gelap mengkilat, yang memberi kamar ini nama “Bilik Cedar”. Pelayanku sedang sibuk menyiapkan meja rias, tapi kusuruh dia pergi. Aku duduk menunggu kakakku, yang kutahu akan datang mengucapkan selamat tidur. Dia datang. Kami melewati obrolan muka perapian untuk terakhir kalinya di rumah masa gadisku. Dan begitu dia pergi, masuklah serbuan gadis pengiring untuk “resepsi gaun rumahan”.

Judul asli : The Cedar Closet ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, January 2016
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment