Skip to content
Kematian Usborne – Relift Media

Kematian Usborne

Dinas Rahasia tak pernah menampakkan diri. Tapi ia tak pernah tidur, malam ataupun siang. Sementara kaum pesimis menyebut otoritas kami tak tahu apa-apa soal perkembangan di negara-negara lain.


Meski sangat luar biasa dan mempertontonkan sejumlah karakteristik aneh, Skandal Usborne tak pernah diungkap ke publik untuk alasan yang sebentar lagi menjadi jelas.

Kejadiannya begini.

Persis menjelang jam delapan, pada suatu pagi musim gugur berkabut, aku dan Kapten Richard Usborne dari Royal Engineers mondar-mandir di peron stasiun Liverpool Street, menanti kedatangan kereta penghubung kapal, Hook of Holland. Kami melihat-lihat sekitar. Seseorang akan datang ke London secara rahasia, dan kami, anggota Dinas Rahasia, berada di sana untuk menemuinya, memeriksa surat mandatnya, dan membawanya ke tempat yang tepat untuk diinterogasi, kemudian diberi bayaran—yang sangat besar—atas informasi konfidensialnya.

Sudah kuatur kunjungan orang asing itu melalui salah satu agen rahasia kami yang tinggal di Berlin, tapi karena aku belum pernah bertemu orang tersebut, kami menentukan agar aku mengangkat amplop hijau pucat—setengah tersembunyi dalam saputangan—ke depan hidung, dan agar dia berbuat hal serupa.

“Astaga, Jerningham,” kata Dick Usborne, “ini akan menjadi kudeta megah—pengungkapan semua rincian senjata baru Boravian. Harusnya Departemen memberimu hibah istimewa atas jasa seperti ini. Namun kuharap,” tambahnya, melirik sekeliling dengan curiga, “kuharap teman-teman kita di luar negeri tak ada yang tahu soal kunjungan ini. Kalau ya, dia akan kesusahan saat kembali nanti.”

Aku terus melihat-lihat dan puas tak ada agen lain di situ.

Sesaat kemudian kereta masuk stasiun, dan di tengah keramaian aku segera membedakan seorang lelaki pendek kokoh paruh baya, berpenampilan Jerman, dengan saputangan di wajah, dan di dalamnya terdapat amplop mirip kepunyaanku.

Sambutan kami singkat. Cepat-cepat kami memasukkannya ke dalam taksi yang sudah disiapkan, dan selagi kami melaju dia mengeluarkan surat mandat tertentu, termasuk surat perkenalan dari temanku di Berlin.

Herr Günther—nama yang diperkenalkan kepada kami—terlihat sangat gelisah kalau-kalau keberadaannya di London ketahuan. Benar, dia akan mendapat dua ribu pound uang Dinas Rahasia atas informasi dan dokumen tertentu yang disimpan di dalam saku dadanya; tapi rupanya dia sadar betul akan kehancuran yang mungkin menimpanya jika Pemerintah bermata Argus mengetahui hubungannya dengan kami.

Kami berdua sudah sering menyaksikan perasaan was-was seperti itu di pihak informan. Oleh karenanya kami ulangi jaminan kami dalam bahasa Jerman—orang asing ini tidak bisa berbahasa Inggris. Di Gereja St. Celement Dane, Strand, aku menghentikan taksi dan turun. Dick Usborne akan menuntun rekan kami ke rumah kepala, Jenderal Kennedy, di Curzon Street, karena dianggap tidak bijak membawa Günther ke Kementerian Perang.

Si Jerman akan pulang lewat rute Hook of Holland pada pukul sembilan malam itu juga. Makanya dia tidak membawa kopor. Kunjungan rahasia sejenis ini selalu dilakukan secara singkat. Masyarakat Inggris sama sekali tidak tahu berapa banyak orang asing datang ke pantai kita dan memberitahu kami apa yang paling ingin kami ketahui—karena per­timbangan penting.

Dinas Rahasia tak pernah menampakkan diri. Tapi ia tak pernah tidur, malam ataupun siang. Sementara kaum pesimis menyebut otoritas kami tak tahu apa-apa soal perkembangan di negara-negara lain, segelintir pria—dan juga wanita—gagah berani senantiasa waspada dan bepergian ke seantero Eropa, mengumpulkan informasi yang diteruskan ke London secara rahasia dan diarsipkan di ruang tertentu, Departemen tertentu, tanpa diberi nama—apa boleh buat.

Kami, para agennya, kerap melewati masa-masa mengasyik­kan, krisis yang tak pernah terbayangkan oleh masyarakat.

Berikut adalah salah satu yang diperkenankan untuk kuceritakan.

Judul asli : The Red Ring ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, December 2015
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment