“Aku tak menipu diriku sendiri dengan menganggap hal-hal mustahil bisa terjadi. Tapi seseorang membunuh suamiku, dan—menurut para detektif itu—aku satu-satunya yang punya motif dan kesempatan!”

Misteri Rumah MerahBacaan fiksi detektif
Coba bayangkan dia berjalan menyeberangi halaman rumput di muka rumah, di tengah malam, dengan mayat di tangannya. Bayangkan perasaan tak enak yang dialaminya; dia bertanya-tanya apa ada orang.

Dewan KeadilanBacaan fiksi politik
Di dunia ini ada kejahatan yang hukumannya tidak memadai, dan pelanggaran yang tak mampu dihapus oleh mekanisme hukum tertulis. Di situlah terdapat justifikasi untuk Empat Hakim—Dewan Keadilan, demikianlah kini mereka menyebut diri mereka.

Raib MisteriusBacaan fiksi detektif
Aku akan cari isteriku ke seluruh penjuru dunia dan membawanya pulang jika kutemukan dia terpenjara di antara orang-orang yang eksistensinya menjadi kutukan bagi kebanggaanku. Tapi ke mana mesti kuayunkan langkah?

Empat HakimBacaan fiksi politik
Ketika kami menyaksikan orang lalim menindas sesamanya, ketika kami menyaksikan makhluk jahat melawan Tuhan dan manusia baik, dan sadar bahwa menurut undang-undang manusia, penjahat ini bisa lepas dari hukuman, kami memberinya hukuman.
