Skip to content
Dewan Keadilan – Relift Media

Dewan Keadilan

Di dunia ini ada kejahatan yang hukumannya tidak memadai, dan pelanggaran yang tak mampu dihapus oleh mekanisme hukum tertulis. Di situlah terdapat justifikasi untuk Empat Hakim—Dewan Keadilan, demikianlah kini mereka menyebut diri mereka.


Aku atau kau tak berhak menghakimi Manfred dan pekerjaannya. Bukan cuma “Manfred”, “Gonsalez”, atau “Poiccart” juga harus kusebut. Sebab mereka sama-sama bersalah atau berjasa, tergantung dari mana kau memandang aksi mereka. Orang yang paling tak taat hukum di antara kita akan ragu membela mereka, sedangkan orang humaniter besar hampir tidak sanggup mengecam mereka.

Dari sudut pandang kita, yang hidup dalam hukum, yang mengerjakan urusan sesuai undang-undang, dan berjalan di sebelah kiri atau kanan sesuai arahan polisi, metode mereka terasa menyeramkan, tak layak dibela, menjijikkan.

Tak ada pengaruhnya jika kita, demi istilah yang lebih baik, menyebut mereka penjahat. Itu penunjukan bulat manusia, tapi aku kira—bahkan aku tahu—mereka acuh tak acuh terhadap pendapat manusia. Aku sangat ragu apa mereka berharap dihormati oleh anak cucu mereka.

Tindakan mereka terhadap menteri kabinet adalah pem­bunuhan, jelas-jelas. Tapi, mengingat persoalan kemanusiaan besar yang terkait, siapakah yang mau melukiskannya sebagai kejahatan?

Terus-terang kukatakan, tentang ketiga orang yang mem­bunuh Sir Philip Ramon, yang membunuh tanpa ampun atas nama Keadilan, aku bersimpati pada mereka. Di dunia ini ada kejahatan yang hukumannya tidak memadai, dan pelanggaran yang tak mampu dihapus oleh mekanisme hukum tertulis. Di situlah terdapat justifikasi untuk Empat Hakim—Dewan Keadilan, demikianlah kini mereka menyebut diri mereka, dewan intelek besar, tanpa hasrat.

Dan tak lama setelah kematian Sir Philip, selagi Inggris masih bergemuruh akibat perbuatan nekad tersebut, mereka melakukan aksi atau rangkaian aksi yang bukan hanya menang dari Pemerintah Britania Raya, tapi juga dari Pemerintahan Eropa, sejenis restu tak resmi, dan keinginan Falmouth telah terkabul. Kali ini mereka berperang dengan para penjahat besar dunia—mengadu kekuatan, kelicikan, dan kepandaian dengan organisasi bawah tanah paling berpengaruh, dengan para maestro seni keji di masa lalu, yang otaknya sama-sama cerdas.

Hari ini adalah harinya Seratus Merah. Kongres inter­nasional besar sedang berlangsung di London, kongres pertama Anarkisme. Ini bukan pertemuan rahasia dan terburu-buru di mana pesertanya berbicara samar, melainkan pertemuan terbuka dan santai, di mana tiga polisi disewa khusus untuk bertugas di luar aula, penjaga pintu menagih karcis di lobi luar, dan penulis cepat yang mahir bahasa Prancis dan Yiddish mencatat ucapan-ucapan luar biasa.

Kongres besar ini fakta. Ketika topik ini diangkat, banyak orang menertawakannya. Niloff dari Vitebsk salah satunya. Dia pikir keterbukaan seperti itu tidak mungkin. Tapi Peter mungil (nama ganjilnya adalah Konoplanikova, reporter di Russkoye Znamza yang konyol), Peter mungil yang merencanakan semua ini, yang menelurkan ide konferensi Seratus Merah di London, yang menyewa aula dan menerbitkan plakat-plakat (memuat segitiga terbalik Seratus Merah di pojok kiri atas) berisi permintaan kepada orang-orang Rusia yang tertarik mem­bangun Rumah Pelaut Rusia agar mengajukan karcis, yang mengamankan aula di mana mustahil terjadi gangguan, Peter mungil inilah yang bahagia—ya, saudara-saudara, ini hari indah bagi Peter.

“Kita selalu bisa mengecoh polisi,” kata Peter mungil, antusias, “mengadakan rapat dengan tujuan kemanusiaan dan—voila!”

Judul asli : The Council of Justice ()
Pengarang :
Seri :
Penerbit : Relift Media, April 2016
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment