“Secara tak langsung kau juga akan menyebabkan kematian ratusan wanita dan anak-anak Spanyol yang tak bersalah, selain menghancurkan kebahagiaan ribuan isteri dan ibu Inggris. Tentu caraku—membunuh hanya 50 orang tak bersalah—sama efektifnya dan jauh lebih manusiawi.”

Jiwa TurkiBacaan fiksi perang
Seorang kyai bersorban hijau bangkit pada suatu Jumat pagi di mimbar masjid dan menyatakan dengan emosi merdu bahwa Rusia sedang menantang-nantang di pintu luar dinasti Osmanli, dan bahwa Islam dalam bahaya.
