Skip to content
Demi Kehormatan Bangsa dan Negara – Relift Media

Demi Kehormatan Bangsa dan Negara Bacaan non-fiksi satir

author _A. A. Milne_; date _1920_ genre _Satir_; category _Jurnal_; type _Nonfiksi_ “Secara tak langsung kau juga akan menyebabkan kematian ratusan wanita dan anak-anak Spanyol yang tak bersalah, selain menghancurkan kebahagiaan ribuan isteri dan ibu Inggris. Tentu caraku—membunuh hanya 50 orang tak bersalah—sama efektifnya dan jauh lebih manusiawi.” Kami sedang beristirahat usai pertempuran pertama Somme. Tentunya semua obrolan di Mess adalah ten­tang pasca perang. Mess kami adalah Mess Mabes, dan aku satu-satunya letnan dua; yang paling muda di antara kami berusia jauh di atas 30. Dengan keseriusan yang cocok untuk usia kami dan (kecuali aku) pangkat kami, kami membahas tidak hanya restoran dan revue, tapi juga Rekonstruksi. Ide Rekonstruksi-nya Kolonel berupa balatentara besar wamil. Dia tidak menyebut mereka wamil. Fakta bahwa dia sendiri memilih menjadi prajurit, dari semua profesi yang terbuka untuknya, membuatnya sulit mengerti kenapa sejuta orang lain tidak berbuat serupa tanpa paksaan. Pokoknya, kami harus memiliki serdadu. Satu hal yang perang ajarkan pada kami adalah bahwa kami harus memiliki balatentara Kontinental sungguhan. Aku bertanya mengapa. Dalam parade, “mereka tidak dalam posisi untuk berargumen mengapa”, tapi di Mess Mabes pada saat dinas aktif, Kolonel adalah sesama manusia. Jadi aku bertanya padanya mengapa kami membutuhkan balatentara besar sesudah perang. Untuk sejenak dia tidak yakin. Sudah pasti dia bisa saja mengatakan “Jerman”, seandainya belum diputuskan bahwa tidak bakal ada Jerman sesudah perang. Dia tidak suka mengatakan “Prancis”, mengingat kami bahkan saat itu sedang menikmati keramahtamahan desa-desa Prancis yang nyaman. Jadi, setelah sedikit bimbang, dia mengatakan “Spanyol”. Sekurangnya dia mengatakannya begini: “Sudah pasti, kita harus punya balatentara, balatentara besar.” “Tapi untuk apa?” kataku lagi. “Dengan cara apa lagi kau bisa—kau bisa mempertahan­kan kehormatan negaramu?” “AL.” “AL! Cih! AL bukan senjata menyerang; itu senjata ber­tahan.” “Tapi kau bilang ‘mempertahankan’.” “Menyerang,” seling Mayor dengan ambigu, “adalah perta­hanan terbaik.” “Tepat.” Aku menyinggung kemungkinan-kemungkinan blokade. Kolonel sinis. “Duduk di bawah penghinaan selama berbu­lan-bulan,” sebutnya, sampai kau membuat musuh lapar dan menyerah. Dia menginginkan sesuatu yang jauh lebih indah, lebih langsung efektif daripada itu. (Sesuatu, agaknya, yang lebih seperti Somme.) “Tapi beri aku contoh,” kataku, “apa yang kau maksud dengan ‘penghinaan’ dan ‘kehormatan’.” Lantas dia memberiku contoh luar biasa ini, contoh perlunya balatentara besar. “Well, misalkan saja,” katanya, “lima puluh wanita Inggris di Madrid tiba-tiba dibunuh, apa yang akan kau lakukan?” Aku berpikir sejenak, dan lantas berkata aku mungkin akan memutuskan untuk tidak mengajak isteriku ke Madrid sampai keadaan sedikit mereda. “Aku sedang memisalkan kau Perdana Menteri,” kata Kolonel, sedikit jengkel. “Apa yang akan Inggris lakukan?” “Ah!... Well, kita mungkin tidak akan melakukan apa-apa. Lagipula, apa yang harus kita lakukan! Kita tidak bisa meng­hidupkan mereka kembali.” Kolonel, Mayor, bahkan Ajudan, mengekspresikan rasa jijik terhadap kebijakan pengecut semacam itu. Jadi aku mencoba lagi. “Well,” kataku, “aku mungkin memutuskan untuk mem­bunuh lima puluh wanita Spanyol di London, biar impas.” Ajudan tertawa. Tapi Kolonel mengambilnya terlalu serius. “Apa kau bersungguh-sungguh?” tanyanya. “Well, apa yang bakal kau lakukan, pak?” “Mendaratkan balatentara di Spanyol,” katanya cepat-cepat, “dan menunjukkan pada mereka apa artinya memper­lakukan wanita Inggris seperti itu.” “Aku mengerti. Mereka bakal melawan tentunya?” “Sudah pasti.” “Ya. Tapi sama pastinya kita akan menang pada akhirnya?” “Tentu.” “Sehingga menegakkan kembali kehormatan Inggris.” “Benar sekali.” “Aku mengerti. Well, pak, aku sungguh berpikir caraku lebih baik. Untuk membalaskan dendam 50 wanita Inggris yang dibunuh, kau akan membunuh, katakanlah, 100.000 orang Spanyol yang tak ada kaitan dengan pembunuhan itu, dan 50.000 orang Inggris yang lebih tak berkaitan lagi. Secara tak langsung kau juga akan menyebabkan kematian ratusan wanita dan anak-anak Spanyol yang tak bersalah, selain menghancurkan kebahagiaan ribuan isteri dan ibu Inggris. Tentu caraku—membunuh hanya 50 orang tak bersalah—sama efektifnya dan jauh lebih manusiawi.”
Judul asli : The Honour of Your Country<i=1oIpnFGyOlgbJTHHdtFIqUEuWYmRerWyG 399KB>The Honour of Your Country
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, Agustus 2023
Genre :
Kategori : ,

Unduh

  • Unduh

    Demi Kehormatan Bangsa dan Negara

  • Koleksi

    Koleksi Sastra Klasik (2023)