Di ruangan ini, waktu itu, pada malam itu, kami mencapai kesepahaman. Kami akan mengawali usaha kami sebagai orang berakal sehat. Kami, tentu saja, akan harus meminum seluruh dosis politik—para bos, geng, para pengekor, perintrikan, perdalangan.

Di ruangan ini, waktu itu, pada malam itu, kami mencapai kesepahaman. Kami akan mengawali usaha kami sebagai orang berakal sehat. Kami, tentu saja, akan harus meminum seluruh dosis politik—para bos, geng, para pengekor, perintrikan, perdalangan.
Kendati pengaruh pers, melalui kemampuannya untuk terus mempertahankan subjek-subjek tertentu di depan pembacanya, telah tumbuh bersama pertumbuhan sumberdaya dan langganannya, cengkeramannya pada kepercayaan populer tak diragukan lagi sudah mengendor selama empat puluh atau lima puluh tahun terakhir.
Apa itu kriminalitas? Definisinya sulit; kau harus tahu pertama-tama siapa yang memperbuatnya. Banyak hal yang disebut kebajikan pelayanan publik jika dilakukan oleh korporasi-korporasi besar menjadi kriminalitas jika dilakukan oleh para pekerja.
Kau tak pernah bisa pastikan. Suatu hari seorang demagog busuk bisa saja mencoba menegakkan undang-undang ini terhadap kaum kaya setegas terhadap kaum miskin. Oleh karenanya, bermainlah aman dengan memangkas iklan satu halaman menjadi satu inchi. Itulah permainan di mana-mana, dan itu bagus.
Sesekali aku menemukan contoh pengungkapan kebenaran dalam sebuah suratkabar kapitalis, yang tidak bisa dijelaskan oleh motif egois kompetitif apapun. Apa artinya? Jika kau bisa masuk ke dalam kantor itu, kau akan mendapati seseorang mempertaruhkan roti yang masuk ke dalam mulut anak-anaknya.
Dia mengikuti beberapa pepatah sederhana yang bekerja cukup baik dalam menjual sepatu atau cerutu atau partitur. “Berilah orang-orang apa yang mereka mau, bukan apa yang kau mau.” “Jangan dukung apapun yang akan tidak populer.” “Jalankan perusahaan terlepas benar tidaknya.”
Poin penting bagi propagandis adalah bahwa nilai relatif berbagai instrumen propaganda, dan hubungan instrumen-instrumen itu dengan massa, terus-menerus berubah. Jika dia hendak meraih jangkauan penuh untuk pesannya, dia harus memanfaatkan pergeseran nilai ini begitu itu terjadi.
Berkat pers, dunia beradab menjadi “kecil” dan organik. Bangsa-bangsa merasa berada di bawah paksaan moral, dan “penghormatan pantas terhadap opini umat manusia” mencegah banyak kesalahan dan ketidakadilan, dan menimbulkan perenungan dan pertimbangan gelisah.