Seluruh kesulitan ini murni fiksi. Tentu saja kami tidak mengakui keriilan Māyā, tapi di saat yang sama kami juga tidak berpendapat bahwa ia tak riil dari sudutpandang empiris. Secara empiris ia sat (eksis); dunia ada, tapi ia Māyā.

Menentang TrinitasBacaan nonfiksi religi
Segala sesuatu yang dikomposisi adalah disebabkan, dan segala sesuatu yang disebabkan tidaklah kekal. Oleh karenanya Bapak tidak kekal, tidak pula Putera, tidak pula Roh Kudus. Maka kekekalan bukanlah kekekalan, dan ini merupakan kontradiksi yang menjijikkan.
