Skip to content
Menentang Trinitas – Relift Media

Menentang Trinitas

Segala sesuatu yang dikomposisi adalah disebabkan, dan segala sesuatu yang disebabkan tidaklah kekal. Oleh karenanya Bapak tidak kekal, tidak pula Putera, tidak pula Roh Kudus. Maka kekekalan bukanlah kekekalan, dan ini merupakan kontradiksi yang menjijikkan.



Terdapat diskusi-diskusi yang membuktikan salah kaum Nasrani dan membatalkan doktrin Trinitas mereka atas dasar logika dan filsafat, selain kesempatan-kesempatan ketika diskusi-diskusi tersebut dikupas tuntas secara singkat; [mereka menyerang] kaum Nasrani dan siapapun yang melewati batas ketauhidan Allah dan me­nyatakan kemajemukan[-Nya], atau yang mengikuti atau mengimani ajaran-ajaran mereka. [Dengan mengatakan] “Bapak, Putera, dan Roh Kudus”, yakni dengan menegaskan dan menyatakan tiga Oknum (‘aqānīm) dalam ajaran-ajaran mereka, adalah jelas bahwa mereka berpegang pada “kom­posisi/susunan (tarkīb)” dalam dakwah-dakwah mereka. Pasalnya semua sekte (firaq) mereka menyatakan ketiga Oknum kekal tersebut merupakan zat tunggal, tapi yang mereka maksud dengan “Oknum” adalah “individu (‘ašḫās)”, dan yang mereka maksud dengan “zat tunggal” adalah bahwa masing-masing Oknum eksis melalui atributnya sendiri (bi-ḫāṣṣatihī). Oleh karena itu, konsep zat (ma’nā l-ğawhar) eksis dalam setiap Oknum, dan mereka bersepakat dalam hal ini. Masing-masing Oknum [juga] memiliki karakteristik patut yang kekal, dan melalui karakteristik tersebut si Oknum dibedakan dari kedua rekannya [yakni kedua Oknum lain]. Maka, adalah keniscayaan bahwa masing-masing mereka dikomposisi dari zat yang dimiliki bersama oleh mereka [semua], dan atributnya sendiri adalah kepunyaannya [sen­diri]. Tapi segala sesuatu yang dikomposisi adalah disebab­kan, dan segala sesuatu yang disebabkan tidaklah kekal. Oleh karenanya Bapak tidak kekal, tidak pula Putera, tidak pula Roh Kudus. Maka kekekalan bukanlah kekekalan, dan ini merupakan kontradiksi yang menjijikkan.

Nah setelah kita melihat kepalsuan dakwah kaum Nas­rani, atas dasar logika, dan menggunakan konsep-konsep yang gamblang bagi siapapun yang sudah membaca kitab berjudul Eisagogḗ (yang berarti “Mukadimah”), kita katakan bahwa jika tiga ini adalah genus-genus abadi, dan genusnya adalah genus spesies, dan spesiesnya adalah spesies indi­vidu-individu, maka tiga genus spesies individu-individu adalah abadi. Tapi, genus eksis dalam hakikat individu-indi­vidu bersama dengan aksiden-aksiden. Maka apa yang abadi adalah dikomposisi, tapi segala sesuatu yang dikomposisi adalah disebabkan; dan segala sesuatu yang disebabkan tidaklah abadi. Oleh karena itu apa yang abadi tidaklah abadi; dan ini merupakan kontradiksi paling menjijikkan.

Tapi jika ketiganya adalah spesies, semuanya abadi, dan spesies tersebut bertalian dengan genus sebagai sebuah bagian/komponen, tapi dengan individu-individu sebagai sebuah keutuhan—dan genus eksis dalam hakikat spesies bersama dengan diferens-diferens, sementara spesies eksis dalam hakikat individu-individu bersama dengan aksiden-aksiden—maka niscaya terdapat multiplisitas dan komposisi. Tapi dengan begitu kekekalan bukanlah kekekalan, sebagai­mana kita jelaskan di bagian pertama, dan ini merupakan kontradiksi.

Judul asli : Against the Trinity
مقالة في الرد على النصارى
()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, Desember 2021
Genre :
Kategori :

Unduh

  • Unduh

    Menentang Trinitas

  • Unduh

    Koleksi Sastra Klasik (2021)