“Celaka! Tuan,” kata George, sebutir air mata panas besar menyelinap turun ke pipi pucatnya dan jatuh dengan letusan nyaring pada permukaan kaki telanjangnya yang berkutil, “dia hilang di laut dalam badai kencang. Kapalnya karam dua tahun lalu pada masa Natal terakhir, dan ayah karam di saat yang sama.”

Amerikanisasi AndréBacaan fiksi keluarga
“Monsieur André François dijadikan hinaan kasar berkali-kali. Hinaan-hinaan itu, mereka menggerogoti hatinya. Dia terbenam. Dia terbenam terus-menerus sekarang. Dia terbenam karena banyak hinaan itu! Suatu hari dia akan balas dendam—lihat saja.”

Halaman 13Bacaan fiksi misteri
“Aku sudah dengar sejarah pintu itu—bagaimana membukanya bertentangan dengan tradisi keluarga ini. Pasti ada suatu alasan menakutkan. Tapi takhayul-takhayul tua tidak berpengaruh padaku.”

Hari-hari Terakhir AyahkuBacaan nonfiksi keluarga
Andai saja ini semua hanya mimpi yang darinya aku bisa bangun! Tapi mimpi ataupun nyata, aku merasa sedang mengembara dalam kegelapan tanpa sebuah lampu, pada suatu fajar dingin di dunia fana ini.

Jari Ke-9Bacaan fiksi detektif
Dari dasar jari keempat, tampak sebuah jari kelima yang berkembang sempurna, bergulung ke dalam menuju apa yang tadinya adalah telapak tangan, seolah-olah, semasa hidup, pemiliknya biasa menutupinya dari pengamatan.

Wangi SeruniBacaan fiksi keluarga
Dia sudah menolaknya sebagai dirinya sendiri. Dan ini adalah hidupnya, dan hidup lelaki ini, selama ini. Dia berterimakasih pada kematian, yang mengembalikan kenyataan sesungguhnya. Dan dia tahu dirinya tidak mati.

Ayah AngkatkuBacaan fiksi keluarga
Aku tak pernah berpikir banyak apa itu ayah. Samar-samar aku tadinya membayangkan dia seperti seorang ibu bersuara besar, tapi saat memandang orang ini yang jatuh dari langit, aku merasa sangat cemas dan takut.

PembalasanBacaan fiksi kriminal
“Saat mendengar ini, wahai Pangeran Kaum Beriman, ketakutanku menjadi-jadi, dan aku merasa dunia menyempit di depan mataku. Ternyata aku sudah menarik diriku ke ajalku sendiri.”
