Skip to content
Aku Pulang ke Istanbul – Relift Media

Aku Pulang ke Istanbul

Ke manapun perjalanan membawamu, ikatkan selempang semangat keagamaan pada sabukmu di dua tempat. Dan selalu waspada, sebab air tidur, tapi pelayan, orang asing, dan musuh tidak tidur.



Kami kembali ke Istanbul pada 25 Safar tahun 1050 (16 Juni 1640). Saat aku tiba di rumahku yang sayu, aku mencium kedua tangan ayah dan ibuku dan berdiri di depan mereka dengan bersilang tangan penuh hormat.

“Selamat datang, penjelajah Bursa, selamat datang,” ujar ayahku. Padahal tadinya kupikir tak ada yang tahu kepergianku.

“Ayahanda,” kataku, “bagaimana ayah tahu aku ke Bursa?”

“Pada malam Asyura yang diberkahi, 10 Muharram tahun 1050 (2 Mei 1640), hari ketika kau menghilang, ayah membaca beberapa doa tradisional, dan ayah membaca Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu (surat al-Kautsar [108]) 1000 kali. Malam itu ayah bermimpi kau sedang berziarah ke makam paduka Amir Sultan di Bursa, mencari pertolongan dari kerohaniannya, meminta pengembaraan, dan mencucurkan air mata.

“Juga malam itu beberapa wali agung meminta izin ayah untuk kau pergi mengembara. Dengan keikhlasan mereka, ayah memberimu izin malam itu, dan membaca Fatihah. Nah, anakku, mulai sekarang kau ditandai untuk melakukan pengembaraan; semoga Allah memberkahimu. Tapi ada nasehat yang ingin ayah sampaikan padamu.”

Dia memegang tanganku dan aku duduk berlutut di depan­nya. Dengan tangan kanannya dia menggenggam telinga kiriku, dan mulai memberikan nasehat, “Nak,” katanya, “manusia adalah makhluk malang. Jangan pernah makan tanpa meng­ucap bismillah. Kalau kau punya rahasia untuk disimpan, jangan katakan pada isterimu. Jangan pernah makan dalam keadaan hadas. Jangan menambal sobekan pada pakaianmu. Jangan serahkan nama baikmu pada akhir yang buruk. Dan jangan ambil orang buruk sebagai teman perjalanan, atau kau akan ikut menderita kerugiannya.

“Berjalanlah di depan, sayangku, jangan tinggal di belakang. Jangan merusak barisan. Jangan menginjak ladang. Jangan menyambar jatah temanmu. Jangan menggapai sesuatu di mana kau tidak menaruhnya. Ketika dua orang sedang bicara, jangan mendengar-dengarkan. Bayarkan hak roti dan garam. Jangan pandang orang asing dengan jijik. Jangan pergi ke suatu tempat tanpa diundang. Kalau kau pergi, pergilah kepada orang-orang mulia di tempat aman.

“Jaga kepercayaan dirimu. Jaga kata-kata yang kau dengar di setiap majelis. Jangan sebarkan desas-desus jahat dari rumah ke rumah. Jangan berkubang dalam gibah dan fitnah. Berbaik hatilah. Tetap berhubungan baik dengan setiap orang, dan jangan suka berdebat atau kurang ajar. Jangan berjalan di depan atasanmu. Hormati para sesepuhmu. Selalu bersih dan tinggalkan hal-hal haram. Kerjakan shalat lima waktu, perhati­kan keadaan akhlakmu, dan sibukkan dirimu dengan penge­tahuan agama.

Judul asli : Book of Travels of Evliya Çelebi: Return to Istanbul
Evliyâ Çelebi Seyahatnâmesi - 2. Kitap (“Ziyâret-i Şeyhülislâm Hüseyin Efendi”)
()
Pengarang :
Seri : Rihlah Evliya Çelebi
Penerbit : Relift Media, September 2020
Genre :
Kategori :

Unduh

  • Unduh

    Aku Pulang ke Istanbul

  • Unduh

    Aku Pulang ke Istanbul

  • Unduh

    Koleksi Sastra Klasik (2020)

No comments

Post a Comment