Skip to content
Buku Hitam – Relift Media

Buku Hitam

Aku sudah menyaksikan cukup banyak untuk hafal kejahatan mendarah-daging lingkaran ini—bagaimana organi­sasi ini merampas dolar dari orang-orang dengan satu tangan tersembunyi dan menyalurkan sen dari tangan lain.


Aku baru saja selesai mencurahkan kecurigaanku pada Kennedy ketika telepon berdering.

Ternyata itu Carton, dalam keadaan heboh tak tertahan. Kennedy sendiri yang menjawab telepon, tapi percakapannya singkat dan bagiku tidak mencerahkan, sampai dia menaruh gagang penerima.

“Dorgan—si Bos,” serunya, “baru saja menemukan detekta­pon di ruang makan privatnya di Gastron’s.”

Seketika aku mengerti pentingnya kabar tersebut dan untuk sementara itu mengaburkan bahkan kasus Betty Blackwell.

Dorgan adalah bos politik kota pada waktu itu, berurat akar, dengan organisasi tak tertembus. Aku mengenalnya sebagai orang bongsor berleher banteng, pendiam bahkan nyaris bermuka masam, mendapat pengaruh berkat kemampuannya “mengantar barang” dalam bentuk segala jenis sogok, musuh besar Carton, tipe politisi yang sedang melaju pesat.

“Carton ingin bertemu kita secepatnya di kantornya,” tambah Craig, menjejal topi di atas kepalanya. “Ayo.”

Tanpa menunggu komentar atau jawaban dariku, Kennedy, tertular kehebohan pesan Carton, melesat dari apartemen kami dan beberapa menit kemudian kami mengitari pusat keramaian kota dengan kereta bawah tanah.

“Kau tahu, kukira,” bisiknya agak serak di atas gemuruh dan deraman kereta, tapi berusaha tidak terkuping, “bahwa Dorgan selalu memelihara sederet ruangan di Gastron’s, Fifth Avenue, untuk makan malam dan pertemuan.”

Aku mengangguk. Aku tahu, beberapa hal yang berlangsung di suite rahasia restoran modern itu bakal jadi bacaan menarik, andai dinding memiliki telinga.

“Kelihatannya dia tahu soal penyadapan itu tepat waktu dan menghentikannya,” sambung Kennedy.

“Apa maksudmu?” tanyaku, berhubung aku tak bisa menyimpulkan banyak dari percakapan satu sisi di telepon tadi, dan perpindahan kilat dari kasus Betty Blackwell ke masalah ini membuatku agak kebingungan. “Apa yang sudah dia lakukan?”

“Meremukkan pemancar mesin,” sahut Kennedy ringkas. “Memotong kabel-kabel.”

“Mengarah ke mana?” tanyaku. “Bagaimana kau tahu?”

Kennedy menggeleng. Entah dia belum tahu atau dia merasa kereta bawah tanah bukan tempat untuk melanjutkan per­cakapan melebihi garis besar yang sudah dia berikan.

Kami menyelesaikan perjalanan tanpa bicara dan bergegas masuk ke kantor Carton di Criminal Courts Building.

Carton menyambut hangat, dengan kesan sangat lega, seolah senang bisa minta tolong pada Kennedy dalam kebingungan bertambah-tambah yang menimpanya.

Namun, yang paling membuatku kaget adalah, duduk di samping mejanya, di sebuah kursi malas, seorang wanita berpenampilan mencolok, tidak persis muda, tapi memiliki usia yang mungkin lebih menarik daripada masa muda, tentunya lebih berpengalaman. Dia juga, kuperhatikan, memasang ekspresi tegang dan heboh. Saat aku dan Kennedy masuk, dia memandang kami dengan tajam.

“Biar kuperkenalkan Tn. Kennedy dan Tn. Jameson, Ny. Ogleby,” kata Carton buru-buru. “Mereka berdua tahu bagai­mana para ahli memakai penyadap mekanis kecil itu, mereka tahu sama banyaknya seperti siapapun—kecuali sang penemu.”

Kami membungkuk dan menunggu penjelasan.

“Kalian mengerti,” sambung Carton pelan-pelan pada kami dalam nada yang meminta kerahasiaan, “Ny. Ogleby, yang merupakan teman Tn. Murtha, tangan kanan Dorgan, sepantas­nya gelisah dan tak ingin namanya muncul dalam urusan ini.”

“Oh—ini buruk—buruk,” sela Ny. Ogleby, bergolak hebat. “Aku tak peduli yang lain-lain. Tapi, reputasiku—itu bisa rusak kalau mereka mengaitkan namaku dengan kasus ini. Begitu mendengar ini—aku terpikir padamu, Tn. Carton. Aku langsung datang kemari. Pasti ada cara agar kau bisa melindungiku—cara agar kau bisa jalan terus tanpa menggunakan—”

Judul asli : The Black Book ()
Pengarang :
Seri :
Penerbit : Relift Media, February 2018
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment