Skip to content
Menara Orzo – Relift Media

Menara Orzo

Suatu rahasia besar tersembunyi di kamar menara ini, dan ketika putera sulung keluarga Orzo sudah cukup umur, sang ayah membawanya ke sana dan mengungkapnya. Dan efek dari pengungkapan itu begitu dahsyat.


Sewaktu aku dan Balint Orzo masih kecil, ada banyak hal aneh yang membangkitkan fantasi kekanakan kami, tapi tak sebanding dengan menara tua yang berdiri beberapa kaki dari kastil, remang dan misterius. Ia adalah menara persegi tua nan ganjil, dan di pinggir bertakiknya terdapat topi baja bersirap yang didirikan oleh salah seorang leluhur keluarga Orzo.

Ada banyak legenda mengenai menara tua ini. Rumor menyebut ia mempunyai bilik rahasia yang tak boleh dimasuki siapapun, kecuali kepala keluarga. Suatu rahasia besar tersembunyi di kamar menara ini, dan ketika putera sulung keluarga Orzo sudah cukup umur, sang ayah membawanya ke sana dan mengungkapnya. Dan efek dari pengungkapan itu begitu dahsyat; setiap pemuda yang memasuki kamar tersebut keluar dengan rambut beruban.

Berkenaan dengan rahasia itu sendiri, ada banyak dugaan. Satu legenda mengatakan, seorang leluhur Orzo pernah mengurung musuh-musuhnya di menara dan melaparkan mereka hingga orang-orang malang itu saling memakan dalam penderitaan gila.

Menurut cerita lain, Kelemen Orzo memerintahkan agar isteri durhakanya, Krisztina Olaszi, diplester pada tembok kamar. Sejak saat itu terdengar isakan dari menara setiap malam.

Cerita lain menuturkan, setiap seratus tahun seorang anak berparas anjing terlahir di keluarga Orzo dan monster kecil ini harus binasa di kamar menara, demi menyembunyikan aib keluarga.

Dugaan lain menyebut, suatu kali Menyhart Orzo keji, yang paling berkuasa di bawah Raja Rudolph di kastil, bermain dam dengan tetangganya, Boldizsar Zomolnoky. Mereka mulai ber­main pada hari Senin dan melanjutkan permainan dan minum-minum sepanjang pekan sampai Minggu pagi menyingsing. Lalu datanglah pastor pengakuan dosa Menyhart Orzo dan memohon kepada para penjudi ini. Dia meminta mereka menghentikan permainan di hari Minggu yang suci, di mana semua Nasrani sejati berada di gereja untuk memuji Tuhan. Tapi Menyhart berteriak, mengamuk dan meninju meja hingga semua gelas dan botol anggur bergoyang: “Kalau kami harus duduk di sini sampai dunia berakhir, kami takkan berhenti sampai permainan ini selesai!”

Belum kering sumpahnya terucap, tiba-tiba, dari suatu tempat di tanah, atau dari dinding, terdengar suara meng­guntur yang berjanji untuk memegang perkataannya—bahwa mereka akan terus bermain sampai akhir dunia. Dan sejak waktu itu, dam terdengar berkertak-kertuk, kedua jiwa terkutuk masih memainkannya di kamar menara.

Tatkala kami kecil, rahasia ini tidak memberi kami istirahat, kami senantiasa berunding dan berkomplot tentang cara menemukannya. Kami membuat sekurangnya seratus rencana, tapi semua gagal. Mustahil untuk masuk ke dalam menara, ia dijaga pintu ék berpalang besi berat. Jendela-jendelanya terlalu tinggi untuk digapai. Kami harus puas melempar batu, yang tepat mengenai kamar lewat jendela. Pencapaian ini tergolong sukses, sebab sudah sering kami mengusir kawanan burung yang ketakutan.

Suatu hari kuputuskan, jalan terbaik mencaritahu rahasia menara adalah dari ayah Balint sendiri. “Dia kepala keluarga,” renungku, “dan kalau ingin dapat informasi tentang misteri ini, tentu melalui dirinya.” Tapi Balint tak suka ide ini, dia hafal tabiat ayahnya.

Suatu kali dia mencoba-coba bertanya. Tapi kemudian dia meminta maaf, lantaran Pak Orzo mendadak marah, meng­hardik dan mengamuk, berakhir dengan menyuruhnya tidak mendengarkan dongeng anak-anak semacam itu; bahwa menara itu hancur dan membusuk karena usia; bahwa tangga dan kayu-kayu lantainya reyot dan bisa ambles jika didekati; dan karena itulah tak ada yang bisa masuk.

Judul asli : The Tower Room ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, March 2016
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment