Skip to content
Misteri Penyakit Ayah – Relift Media

Misteri Penyakit Ayah

Mereka mem­bunuh ayahku—ayah rentaku yang kusayangi, semoga dia diberkati—dan membunuhnya dengan cara misterius dan sulit dibayangkan. Aku tak tahu bagaimana, aku tak tahu kenapa, itulah misterinya.


“Inspektur Narkom menunggu di ruangan Anda di lantai atas, pak. Datang tiba-tiba dan tanpa diduga, sekitar lima menit lalu,” kata Dollops, sementara kunci ditarik dari lubangnya dan Cleek pun melangkah ke dalam rumah. “Aku bilang padanya, Anda sedang pergi mencari pasokan rokok baru yang Anda sukai, jadi dia duduk dan menunggu. Dan, ah, gubernur?”

“Ya?” kata Cleek ingin tahu, berhenti melangkahi dua anak tangga sekaligus.

“Ada surat untuk Anda, pak, sewaktu Anda keluar tadi. Amplopnya bertulisan tangan wanita, dan ditujukan kepada ‘Kapten Burbage’. Aku menaruhnya di meja Anda, pak.”

“Baiklah,” kata Cleek, meneruskan perjalanannya menaiki tangga, sejurus kemudian masuk ke ruang privatnya dan mendapati Maverick Narkom.

Sang inspektur, berdiri dekat jendela dan memandangi cahaya pagi terang, berbalik begitu mendengar pintu berkeriat-keriut, dan segera melupakan hal-hal yang tak berkaitan dengan Scotland Yard, lalu menghampiri sekutu terkenalnya itu dengan antusiasme yang disimpannya untuk persoalan kejahatan dan hukum.

“Sahabatku Cleek, ada kasus; kau akan suka,” dia mengawali dengan bergairah. “Meski tak menyangka akan menemuimu sepagi ini, aku tak perlu formalitas menelepon, langsung melompat ke mobil, dan segera datang. Dollops bilang kau akan kembali dalam setengah menit, dan,” menengok arlojinya, “sekarang sudah sepuluh menit sejak aku kemari.”

“Maaf sudah membuatmu menunggu, Tn. Narkom,” potong Cleek, “tapi—lihat ini,” menarik kertas tisu dari bingkisan persegi yang dipegangnya dan memperlihatkan setandan lili lembah dan mawar La France. “Inilah yang menahanku. Budleigh, si floris, memajang bunga-bunga ini, masih segar dari Covent Garden pagi ini, aku tak tahan dan tergoda. Andai Tuhan menciptakan sesuatu yang lebih indah dari mawar, Tn. Narkom, itu masih belum ditemukan. Silakan duduk, sementara kau bicara aku akan menata bunga-bunga ini dalam vas. Tidak, ini tidak akan mengalihkan perhatianku dari apa yang kau bicarakan, percayalah. Entah bagaimana, aku bisa berpikir dan mendengar lebih baik ketika ada bunga di sekitarku, dan jika—”

Kalimatnya tiba-tiba terpotong dan dia menaruh bunga di atas meja dengan penuh perhatian. Matanya terpaku pada surat yang diceritakan Dollops. Surat itu tergeletak di atas meja, menghadap ke atas, jadi dia bisa melihat tulisan tangan yang jelas, bagus, berkarakter dan bisa membaca cap pos Devonshire.

“Sahabatku Cleek,” lanjut Narkom, menerima sambutan untuk duduk, tapi tak berhasrat memulai urusan, “sahabatku, Cleek, tak pernah aku membawakanmu kasus yang akan membuatmu seberuntung ini, dan begitu kukatakan padamu bahwa imbalan yang ditawarkan mencapai lima digit—”

“Tunggu sebentar!” potong Cleek gelisah. “Bukannya aku tak sopan, Tn. Narkom, tapi—beribu maaf. Aku harus membaca surat ini dulu sebelum memperhatikan urusan lain, betapapun pentingnya!”

Lalu, tanpa menunggu persetujuan Narkom, sebagaimana terpaksa dilakukan dalam keadaan tertentu, dia membawa surat itu ke jendela, membuka segelnya, dan membacanya, jantung­nya berdebar-debar dan urat nadinya bertabuh-tabuh dengan jenis kebahagiaan yang meliputi seorang pria ketika seorang wanita menulis surat padanya.

Meskipun tak mengenali tulisan tangannya, dari cap posnya dia tahu itu dari Ailsa Lorne, sebab dia tak punya teman bersurat di Devonshire, tak punya teman bersurat di manapun selain Narkom. Kesendiriannya, kebutuhan akan kerahasiaan, rencana pengunduran dirinya, mencegah hal tersebut. Tapi dia sudah tahu berbulan-bulan bahwa Nn. Lorne berada di Devon, bahwa dia pergi ke sana sebagai guru privat di keluarga Sir Jasper Drood, setelah tekadnya untuk tidak meninggalkan Inggris memaksanya mundur dari kedudukan sebagai pemandu dan pembimbing si kecil Lord Chepstow dalam upacara pernikahan ibunya dengan Captain Hawksley. Dan sekarang dia menulis surat padanya—padanya! Matanya dirasuki kabut dan segalanya terkaburkan sesaat. Setelah berlalu dan penglihat­annya jernih, dia membelakangi Narkom dan membaca isi surat ini:

Judul asli : The Divided House ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, July 2014
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment