“Buat dirimu seukuran portir dan mendaftarlah di Droshky Hotel sebagai Pangeran Navi dari Baghdad dengan lima puluh sumur minyak Persia untuk dijual. Biarkan mereka melihat emas dan batu-batu permatamu. Dan ingat, kau akan bertanggungjawab atas duit berapapun yang kau lempar kepada para wanita dan godaan. Berangkat!”

Juru Kampanye di Kantor Intelijen UniversitasBacaan fiksi humor
“Akhirnya aku menemukan kewarasan dalam salah satu usulmu. Idemu itu, Tn. Idiot, khas seorang jenius. Aku punya keponakan yang baru lulus kuliah dan tak ada anggota keluarga yang bisa membayangkan apa yang harus dilakukan padanya. Tampaknya dia tidak ahli dalam apapun.”

Kapten Dari AmerikaBacaan fiksi humor
“Kapten Connor dari Amerika,” kata Chandro, “saat mesinmu yang kau sebut pesawat itu jatuh di tengah-tengah kaum kami, kami menyambutmu. Kami hanya memintamu tidak coba melarikan diri dan memberitahu dunia luar di mana dan bagaimana kami hidup.”

Bom PropagandaBacaan fiksi humor
Kerumunan Malreg lari tunggang-langgang ke segala arah dari bom yang mencepat. Itu jatuh di ruang terbuka dan meletus...tapi alih-alih ledakan, hanya ada semburan benda-benda berwarna terang yang terbang ke segala arah.

Mesin MercerBacaan fiksi humor
Memang, renung Mercer, harus ada sebuah mesin untuk menetralkan monster ini yang aku terpaksa umpani selama dua tahun. Tidak, aku harus mengumpankan semua redaktur di dunia ke dalamnya!

Ayo Bakar UangBacaan fiksi humor
“Kerabat jauhmu mati dan mewariskan semua uangnya padamu! Maaf kau sudah repot melakukan perjalanan panjang tapi...Aku rasa aku tak bisa berikan angka! Kau tahu, dia menyimpan tabungannya di sebuah loteng...dan itu terlalu banyak untuk dihitung!”

Beruang ArabBacaan fiksi humor
Untuk menemui Khalifah, dia harus menjadi seorang Tokoh. Tapi ketika para pengawal Khalifah melihatnya dalam jubah merah padam kaya, mereka keliru mengumumkannya sebagai Pembuat Keajaiban Dari Luar Negeri Salju.

Kode Rahasia WartawanBacaan fiksi humor
Tak seorangpun pernah mendengar adanya sebuah kode. Semua mulai menjelaskan kepada si kepala penyelidik bahwa suratkabar tak pernah menggunakan kode—yakni kode sandi.
