Itu bergantung pada “kejatuhan” Adam. Itu bergantung pada konsepsi seorang Tuhan yang mengizinkan, atau mengatur, dunia-Nya tiba pada sebuah keadaan sedemikian putus asa sampai-sampai hanya Putera-Nya sendiri yang bisa menyelamatkannya (atau lebih tepatnya bagian darinya) dari kebinasaan total.
