“Charles. What you require may be found in 1740. Laughing Eyes bids you have courage. Bring James.” “Charles. Apa yang kau perlukan dapat ditemukan di 1740. Mata Tertawa memintamu untuk berani. Bawa James.”Mula-mula hanya satu kata tampak jelas dari sandi itu, aku merasa menang saat bisa memeras pesan berikut dari omong-kosong ini:
“Lady in green, man dinner jacket and white tie. Frascati’s 8 o’clock Monday. Will bring documents. Have currency.” “Wanita berpakaian hijau, pria berjas makan malam dan dasi putih. Frascati’s jam 8 Senin. Akan bawa dokumen. Bawalah uang kertas.”Pengumuman itu menarik perhatianku. Jika dokumen-dokumen ini bernilai uang bagi orang yang menjadi si tertuju undangan ini, mereka barangkali bernilai uang bagiku. Aku memutuskan, tanpa ragu sekejap pun, akan menemui wanita berpakaian hijau dan pria berjas makan malam dan dasi putih pada Senin di Frascati’s, meski kemungkinan besar kostum kedua ini akan menggoncang insting jahitku. Satu-satunya masalahku adalah tidak boleh bertepatan dengan si tertuju iklan ini. Untuk ini aku hanya bisa mencoba-coba. Aku menyisipkan iklan berikut dalam kolom pribadi Times pada keesokan paginya:
“Frascati’s 7 not 8.” “Frascati’s 7 bukan 8.”Kesudahannya terpaksa kuserahkan pada Takdir... Pada pukul tujuh kurang sepuluh, Senin malam, aku tiba di restoran yang ditunjuk. Aku memesan meja untuk tiga orang dan makan malam terbaik yang ditawarkan tempat itu. Begitu melangkah kembali ke ruang penerimaan, aku mengenali calon-calon tamuku, tanpa ragu sedikitpun. Si pria adalah orang bertampang kuat, dengan tungkai besar ribet, segunduk rambut acak-acakan, kumis cokelat rimbun bergariskan uban, kulit wajah agak kasar dan mata bulat. Dia dengan tak elegan mengenakan kostum yang ditunjuk iklan itu. Si wanita berpakaian hijau agak berlebihan dengan pola warnanya. Ada ikat hijau mewah di rambutnya, dan dia mengenakan gaun malam dengan warna yang sama, berpotongan sangat rendah dan disemarakkan oleh kesan norak. Dia waktu itu, atau dulunya, rupawan dalam gaya yang berani dan flamboyan, dan rambutnya masih banyak pirang. Mereka berdua menatapku saat melihatku menengok ke sana kemari, dan dengan batin sedikit gemetar aku mengambil keputusan. Aku menghampiri mereka dengan berani dan menjabat tangan.
| Judul asli | : | The Mystery Advertisement<i=1YdP33QK8kqGd2PAYr345w8OMt_BhAq1C 321KB>The Mystery Advertisement |
| Tahun | : | 1922 |
| Pengarang | : | E. Phillips Oppenheim |
| Penerbit | : | Relift Media, November 2024 |
| Genre | : | Kriminal |
| Kategori | : | Fiksi, Cerpen |
Unduh
Iklan Misterius.pdf
Koleksi Sastra Klasik (2024)