Skip to content
Kristen dan Monoteisme Semitik – Relift Media

Kristen dan Monoteisme Semitik Bacaan non-fiksi religi

author _John Brown Paton_; date _1864_ genre _Religi_; category _Esai_; type _Nonfiksi_ Dia menisbatkan keberhasilan Kristen pada monoteisme murni tertinggikannya, yang disukai oleh bangsa-bangsa yang telah menjadi terlalu tercerahkan sehingga tidak menerima kemusyrikan-kemusyrikan lama mereka. Selanjutnya dia harus menerangkan asal monoteisme ini, dan menunjukkan itu bermula dari manusia. Usai menolak cerita-cerita mukjizat dan pretensi-pretensi supranatural Injil-injil, M. Renan mencoba menunjukkan bagaimana Kristen bersumber dari sebab-sebab alami. Dia menisbatkan keberhasilan Kristen pada monoteisme murni tertinggikannya, yang disukai oleh bangsa-bangsa yang telah menjadi terlalu tercerahkan sehingga tidak menerima kemusyrikan-kemusyrikan lama mereka. Selanjutnya dia harus menerangkan asal mono­teisme ini, dan menunjukkan itu bermula dari manusia. Bagi Renan itu adalah produk ras, hasil darah. “Ras Semitik-lah yang mendapat kemuliaan membentuk agama manusia. Bahkan di luar batas-batas sejarahnya, patriark Badui yang tetap murni di kemahnya dari kekacauan sebuah dunia yang telah rusak, mempersiapkan kepercayaan dunia.” Pemikiran ini mengungkapkan sebuah konsepsi mendalam, dan menu­rutnya ilmiah, yang mengatur seluruh filosofinya tentang sejarah manusia. Kita melihat perkembangan konsepsinya dalam “Histoire des Langues Semitiques”-nya. “Adalah kemu­liaan ras Semitik untuk menggapai, di masa terawalnya, gagasan Tuhan, yang semua bangsa-bangsa lain terpaksa adopsi darinya, dan berdasarkan kepercayaan dakwahnya. Monoteisme tak pernah ditemukan. India, yang memiliki pemikiran dengan begitu banyak orisinalitas dan kedalaman, belum mencapai itu di masa kita; seluruh kekuatan akal Yunani tidak bakal mencukupi untuk membawa umat manusia sejauh itu tanpa kerjasama bangsa-bangsa Semit. Kita bisa tegaskan bahwa mereka sekalipun tak bakal pernah mencapai dogma kesatuan/keesaan Tuhan, seandainya mereka tidak menemukannya dalam insting-insting hati mereka yang paling mutlak.” “Siapa yang akan berani mengatakan bahwa, dalam meng­ungkap kesatuan Tuhan dan dalam akhirnya memberangus agama-agama lokal, ras Semitik tidak menetapkan batu fon­dasi kesatuan dan kemajuan umat manusia?” Nah, ini sung­guh sejalan dengan metode filosofi positif, yang menjadikan setiap fenomena sejarah sebagai produk kondisi-kondisi alami dalam umat manusia, tapi yang harus memasukkan fenomena itu sendiri ke dalam kondisi-kondisi tersebut sebe­lum filosofi positif mengekstraknya lagi dari situ. Manusia memeluk monoteisme karena bangsa Semitik memeluk dan mendakwahkannya. Well, bagaimana mereka memeluknya? Karena itu salah satu insting mutlak mereka. Maka, kau memiliki sebuah kondisi/syarat monoteistik sebelum kau bisa membentuk kepercayaan monoteistik. Dan jika kita mendesak penyelidikan lebih jauh ke belakang, dan bertanya, “Bagaimana ada insting mutlak bangsa itu? Siapa dan apa yang mengadakan perbedaan antara mereka dan bangsa-bangsa lain?” tak ada jawaban diberikan. Tapi kita menyang­kal sama sekali pernyataan M. Renan tentang fakta-fakta sejarah manusia, sebagaimana kita menolak filosofinya ten­tang itu. Ada satu filosofi lain, yang sendirian menjelaskan fakta-fakta ini dan yang tak kurang mulia di mata kita karena itu biblikal dan, menurut kita, berotoritas Ilahi. Sekarang ini kita tidak mengemukakan bukti yang mengindikasikan bahwa semua bangsa-bangsa Indo-Eropa aslinya adalah monoteistik—bukti yang M. Renan anehnya luputkan. Orang-orang Arya, ketika mereka pertama kali memasuki India, meyakini satu Tuhan. Agama Zoroastrian awal, agama kuno dataran tinggi Baktria yang darinya semua suku-suku Indo-Eropa bersumber, tampaknya, berdasarkan temuan-temuan luar biasa baru-baru ini, bebas dari dualisme yang dengannya penyembahan Ahriman merusak penyemba­han satu Entitas Baik—Tuhan—pada abad-abad kemudian. Misteri-misteri bangsa Pelasgoi dan Druidisme Celtik dua-duanya diduga mempertahankan tradisi-tradisi monoteistik di tengah penyelewengan kemusyrikan populer yang men­colok. Kita percaya bahwa semua kemusyrikan dunia adalah penyelewengan, bid’ah dari keimanan sejati.
Judul asli : Christianity and Semitic Monotheism<i=1-WRf078Rux30z0cmCwV_jYx2NXAgSBv- 307KB>Christianity and Semitic Monotheism
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, Oktober 2023
Genre :
Kategori : ,

Unduh

  • Unduh

    Kristen dan Monoteisme Semitik

  • Koleksi

    Koleksi Sastra Klasik (2023)