Skip to content
Silsilah Kuno – Relift Media

Silsilah Kuno Cerita fiksi misteri

author _H. P. Lovecraft_; date _1927_ genre _Misteri_; category _Cerpen_; type _Fiksi_ Yang dia cari dari kehidupan hanyalah tidak berpikir. Untuk suatu alasan, berpikir sangat menakutkan baginya, dan apapun yang menggerakkan imajinasi, darinya dia lari bagai wabah. Dia sangat kurus dan beruban dan keriput, tapi ada orang-orang yang mengatakan dia tidak hampir setua kelihatannya. Menulis di atas ranjang kematian, begitu kata dokter­ku, ketakutan terburukku adalah orang ini keliru. Kukira aku akan dikubur minggu depan, tapi... Di London ada seorang pria yang menjerit ketika lonceng-lonceng gereja berdenting. Dia hidup seorang diri dengan kucing bergarisnya di Gray’s Inn, dan orang-orang menye­butnya gila tapi tak berbahaya. Kamarnya dipenuhi buku-buku paling jinak dan paling kekanakan, dan jam demi jam dia coba mengasingkan diri dalam halaman-halaman lemah mereka. Yang dia cari dari kehidupan hanyalah tidak berpikir. Untuk suatu alasan, berpikir sangat menakutkan baginya, dan apapun yang menggerakkan imajinasi, darinya dia lari bagai wabah. Dia sangat kurus dan beruban dan keriput, tapi ada orang-orang yang mengatakan dia tidak hampir setua kelihatannya. Ketakutan mencengkeramnya dengan cakar-cakar angker, dan sebuah bunyi akan membuatnya ter­peranjat dengan mata terbelalak dan dahi berbutir keringat. Teman-teman dan rekan-rekan dia jauhi, sebab dia tak mau menjawab pertanyaan. Orang-orang yang dulu mengenalnya sebagai cendekiawan dan ahli estetika mengatakan sangat sedih melihatnya sekarang. Dia meninggalkan mereka ber­tahun-tahun lalu, dan tak ada yang yakin apakah dia pergi dari negara ini atau sekadar merosot dari penglihatan di suatu jalan kecil tersembunyi. Kini sudah satu dasawarsa sejak dia pindah ke Gray’s Inn, dan ke mana saja dia selama ini dia tak mau bilang apa-apa sampai suatu malam ketika pemuda Williams membeli Necronomicon. Williams adalah seorang pemimpi, dan baru berumur 23, dan ketika pindah ke rumah kuno itu dia merasakan ke­asingan dan nafas angin kosmik dari pria beruban keriput di kamar sebelah. Dia mendorong persahabatannya ke tempat di mana teman-teman lama tidak berani mendorong per­sahabatan mereka, dan heran dengan ketakutan yang men­duduki pengamat dan pendengar kurus-kering ini. Sebab, siapapun tidak ragu orang itu selalu mengamati dan men­dengarkan. Dia mengamati dan mendengarkan dengan pikirannya lebih daripada dengan mata dan telinganya, dan setiap saat berusaha tenggelam dalam membaca novel-novel riang hambar tanpa henti. Dan ketika lonceng-lonceng gereja berdenting, dia akan menyumbat telinga dan menjerit, dan kucing kelabu yang tinggal bersamanya akan meraung serempak sampai bunyi terakhir memudar dalam gema. Tapi sekuat apapun Williams mencoba, dia tidak bisa membuat tetangganya membicarakan sesuatu yang menda­lam atau terpendam. Pak tua itu tidak sesuai dengan roman dan sikapnya, tapi suka pura-pura tersenyum dan bernada ringan dan mengocehkan hal-hal riang sepele dengan panas dan kalut; suaranya setiap saat naik dan memarau sampai akhirnya retak dalam falseto nyaring dan tak karuan. Bahwa pengetahuannya dalam dan luas, itu dibuat sangat jelas oleh komentar-komentar remehnya, dan Williams tidak kaget mendengarnya dulu sekolah di Harrow dan Oxford. Belaka­ngan berkembang, dia tak lain adalah Lord Northam, yang kastil kuno turun-temurunnya di pesisir Yorkshire sering diceritakan terkait begitu banyak hal ganjil; tapi ketika Williams mencoba bicara tentang kastil itu, dan tentang reputasi asal-muasal era Romawi-nya, dia menolak meng­akui ada sesuatu yang tak biasa soal itu. Dia bahkan terkikih saat subjek ruang-ruang bawah tanah, yang ditetak dari karang curam padat yang memberengut ke Laut Utara, di­angkat. Begitulah keadaannya sampai malam ketika Williams membawa pulang Necronomicon keji karya si Arab gila Abdul Alhazred. Dia sudah tahu jilid seram itu sejak usia 16, ketika kecintaan barunya pada hal-hal ganjil menggiringnya untuk melontarkan pertanyaan-pertanyaan aneh kepada seorang penjual buku renta bungkuk di Chandos Street; dan dia selalu penasaran kenapa orang-orang jadi pucat saat mereka membicarakan itu. Si penjual buku renta memberitahu, hanya lima eksemplar yang diketahui selamat dari dekrit syok para pendeta dan pembuat undang-undang untuk me­larangnya dan semua eksemplar ini disimpan di tempat ter­kunci dengan pemeliharaan gamang dari para penjaga yang mencoba-coba mulai membaca tulisan blackletter dibenci itu. Tapi kini, akhirnya, dia tak hanya menemukan eksemplar yang bisa diakses tapi bahkan menjadikan itu miliknya dengan harga rendah bukan main. Itu ada di sebuah toko milik seorang Yahudi di daerah jorok Clare Market, di mana dia sudah sering membeli barang-barang aneh, dan dia hampir mengira si Yahudi Lewi renta berkenjal-kenjal itu tersenyum di tengah jerat-jerat janggutnya saat penemuan besar itu dibuat. Sampul kulit tebal dengan pegangan kuningan kelihatan begitu mencolok, dan harganya tipis bukan kepalang.
Judul asli : The Descendant
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, Agustus 2023
Genre :
Kategori : ,

Unduh

  • Unduh

    Silsilah Kuno

  • Unduh

    Koleksi Sastra Klasik (2023)