Skip to content
Jalan Pancasila Laozi – Relift Media

Bacaan non-fiksi religi Jalan Pancasila Laozi

“Kelima sila ini bermula bersama langit dan bumi dan telah eksis bersama tak terhitung makhluk. Mereka yang menegakkannya menjumpai nasib baik, mereka yang kehilangannya dirundung kemalangan.”



Yang Mulia Lao Zi pergi ke barat, berencana menuju India. Dalam perjalanan dia menyampaikan Kitab Dao dan Kebajikan kepada Yin Xi, si Penjaga Terusan. Yin Xi se­bagaimana mestinya menerima Kitab itu, lalu meminta lebih banyak pengajaran terkait pengendalian diri yang baik dan jalan-jalan ilahi dalam memuliakan teks tersebut.

Maka Yang Mulia memberi Yin Xi sila-sila dasar. Dia me­ngajarinya untuk selalu menegakkan mereka untuk melam­paui dunia.

Jadi dia membacakan lagu berikut dalam tiga stanza:

Nikmatilah jalan ilahi seolah itu isteri tersayangmu!
Cintailah Kitab seperti sepotong permata mulia!
Tegakkan sila-sila untuk mengendalikan keenam nafsu!
Sadarlah akan Dao dan tinggalkan semua keinginan!
Dalam ketenangan yang dalam, energi baik berkumpul,
Dalam penghormatan yang tenang, sukma tenteram.
Raja-raja langit dengan telaten memberi perlindungan,
Selama bergenerasi, kau temukan keberkahan agung.


Subur dan tumbuh, keluarga dan negara berkembang,
Untuk selamanya, kitab-kitab dan Dao berbiak.
Langit dan manusia bergabung dalam ikrar bersama,
Berputar pergi dan memasuki Kendaraan Teragung.
Hati tetap di jalurnya, aku tanam leladang kebahagiaan,
Dengan begitu lambat naik melalui roda Hukum.
Tujuh leluhurku terlahir kembali di aula-aula kayangan,
Aku sendiri naik di siang bolong.


Dao Agung merembesi misteri dan kehampaan,
Sadarlah dan kau akan memiliki gerak batin universal!
Murnikan eksistensimu, gabunglah dengan kesempurnaan abadi,
Dapatkan raga berlian untuk dirimu!
Lampauilah kesukaran Tiga Dunia!
Bebaslah selamanya dari lima penderitaan neraka-neraka!
Berlindung penuhlah dalam Kitab tertinggi
Dan untuk pembacaan dalam hati tundukkan kepalamu dalam doa.


Maka Yin Xi, yang menyimak sampai lagu itu selesai, me­ngetokkan kepalanya ke tanah. Lalu dia berdiri lagi dan me­minta secara resmi agar diberi penuturan sila-sila tersebut.

Yang Mulia berkata, “Sila pertama adalah berpantang dari membunuh. Sila kedua adalah berpantang dari mencuri. Sila ketiga adalah berpantang dari kesundalan. Sila keempat ada­lah berpantang dari berbohong. Sila kelima adalah berpan­tang dari kemabukan. Mereka adalah kelima sila. Semua pria dan wanita pengikut keyakinan murni, sekali sudah meng­ambil lima sila ini, jangan pernah melanggarnya selama mereka hidup. Dengan begitu mereka adalah sungguh-sungguh pengikut keyakinan murni!”

Yang Mulia berkata: “Sila untuk berpantang dari mem­bunuh berarti kau tidak boleh membunuh makhluk hidup atau apapun yang mengandung energi hayati, baik itu terbang ataupun sekadar menggeliat.”

Yang Mulia berkata: “Sila untuk berpantang dari mencuri berarti kau tidak boleh mengambil apapun yang bukan ke­punyaanmu, baik itu dimiliki oleh seseorang ataupun tanpa pemilik yang jelas, bahkan sekecil satu koin tembaga.”

Yang Mulia berkata: “Sila untuk berpantang dari kesun­dalan berarti kau tidak boleh melakukan pendekatan seksual kepada siapapun, pria atau wanita, kecuali jika mereka ada­lah isteri atau suamimu yang sah. Jika kau seorang petapa, kau jangan pernah menikah atau beristeri.”

Yang Mulia berkata: “Sila untuk berpantang dari ber­bohong berarti kau tidak boleh membuat pernyataan kepada orang lain tentang sesuatu kecuali kau sudah memahami itu sepenuhnya dalam pikiranmu, dan terutama jika kau belum mendengar atau melihatnya langsung.”

Yang Mulia berkata: “Sila untuk berpantang dari kema­bukan berarti kau tidak boleh minum alkohol kecuali jika kau sakit jasmani atau melakukannya untuk tujuan ritual.”

Judul asli : The Precepts of the Highest Venerable Lord
太上老君戒經
()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, Juni 2022
Genre :
Kategori : ,

Unduh

  • Unduh

    Jalan Pancasila Laozi

  • Unduh

    Koleksi Sastra Klasik (2022)