Skip to content
Hantu Nettie – Relift Media

Hantu Nettie

Itu jeritan lirih terisak seorang bayi. Seorang bayi yang tersiksa. Seorang bayi yang menggeliat dalam lidah-lidah api kebakaran kabin. Teriakannya terdengar jauh, lalu serasa lebih dekat. Sulit untuk memastikan jarak dan suara di hutan yang lebat.



Berjalan lekas-lekas menembus hutan gelap nan lebat, Penjebak Boone kepikiran takyahul Iroquois yang menggelayuti bagian New York satu ini. Itu sudah ada selama hampir seperempat abad. Itu ada kaitan dengan sergapan Mohawk ke desa Benton Fort pada tahun 1811.

Penjebak Boone tanpa sadar mempercepat langkahnya. Dia sekarang kurang tiga mil dari puing-puing Benton Fort, yang terbakar rata sampai tanah pada waktu penyergapan. Orang-orang—kulit putih pula—belum membangun kembali desa itu. Malahan, mereka semua pindah dari kawasan itu karena takhayul Indian ini.

Seekor gagak berteriak muram di sebuah pohon ék di kejauhan, dan seekor lain menyahut dari dekat. Boone me­nengok cepat ke sekeliling dan sekali ke belakang bahunya, seakan dia bisa melihat sesuatu dalam kegelapan pekat ini. Dia sedikit bergidik. Takhayul itu!

Bagaimana kejadiannya? Oh, ya. Keluarga Harlan dulu tinggal kurang-lebih satu mil dari Benton Fort. Mereka mem­buka sebuah tempat kecil yang Jed Harlan dan isterinya cangkul, bajak, dan tanami cukup untuk nafkah keluarga mereka. Ada dua anak dalam keluarga kecil itu—Baxter, ber­umur sepuluh, dan adik perempuannya, Nettie, kala itu baru tiga tahun.

Suku Mohawk menyergap mereka suatu malam pada tahun ‘11 dan tanpa peringatan membunuh Jed dan isterinya dan Baxter di tempat tidur mereka. Mereka tak menemukan Nettie kecil. Bahkan, mereka tidak tahu tentangnya sampai mereka membakar kabin itu dan teriakan ngilu sang bayi sampai ke telinga mereka.

Sejak saat itu, konon katanya, teriakan Nettie terdengar pada malam-malam gelap di hutan ini. Tentu saja, kebanyak­an orang tak menghiraukan desas-desus Injun tersebut. Tapi banyak pula yang percaya pada legenda ini. Ada orang-orang yang sudah mendengar jeritan anak kecil di hutan sunyi ini.

Penjebak Boone tak pernah dengar, dengan senang dia akui. Pun tak ingin. Dia bukan orang yang percaya takhayul, tapi sekali lagi kau tak pernah tahu...

Seekor binatang kecil berlari tergesa-gesa di depannya, dan Boone loncat. Makhluk itu membuat gaduh di dedaunan. Boone menggegas langkahnya lebih cepat lagi. Dia ingin sampai ke Louisburgh sebelum pagi, di mana tangkapan bulunya yang lumayan banyak ditinggal di sana. Pak Tua Linden selalu membayar tinggi untuk tangkapan unggul.

Penjebak Boone berharap andai saja dia bisa asyik me­rokok, tapi dia menahan diri. Tak ada gunanya mengajak seorang kulit merah tomahawk. “Jaga rambutmu selama yang kau bisa,” adalah adagium di kalangan para penjebak di pedusunan ini. Banyak dari mereka kehilangan rambut oleh pisau-pisau pembeset Indian.

Di sekitar titik inilah, kenang Boone, dirinya disergap dua tahun lalu. Itu pertarungan sama kuat, tapi dia berhasil menjaga rambutnya hanya karena dia bertindak cepat dan langsung.

Dia bersenandung pelan dan berharap dirinya keluar hutan. Tapi baru sepuluh mil kemudian dia tiba di pedusunan terbuka. Malam tampak agak berawan. Boone tak suka hujan, tapi itu ada gunanya: itu membuat orang-orang Indian tetap di kemah-kemah mereka.

Beberapa tetes turun, berderak-derak pada dedaunan. Secoreng kilat panas berzigzag di langit selatan. Ya, nampak­nya badai hujan musim panas sedang muncul. Well, biarkan itu menyerang.

Persis saat itulah Boone mendengarnya. Bulu kuduknya berdiri, dan tangan dingin mencengkeram lehernya.

Judul asli : Little Nettie’s Ghost ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, April 2022
Genre :
Kategori :

Unduh