Skip to content
Kebangkitan Anti-Kristus – Relift Media

Kebangkitan Anti-Kristus

Dia adalah orang asing bagiku dan bagimu. Aku tak punya putera lain selain kau. Kau satu-satunya yang diperanakkan, setara dengan diriku. Aku menyayangimu, dan tak meminta apa-apa darimu.



Pan-Mongolisme! Nama itu bejat,
Tapi di telingaku nyaman nian,
Seolah penuh dengan firasat
Akan takdir kejayaan Tuhan.

Nyonya: Dari mana semboyan ini berasal?

Tn. Z: Kurasa ini karya si pengarang sendiri.

Nyonya: Baiklah, kami dengarkan.

Tn. Z (membaca): Abad 20 adalah masa peperangan dan revolusi-revolusi besar pamungkas. Yang terbesar dari perang-perang ini, pangkal jauhnya adalah gerakan Pan Mongolisme yang berasal dari Jepang sejak sejauhnya akhir abad 19. Bangsa Jepang peniru, yang menunjukkan kecepat­an dan keberhasilan demikian hebat dalam meniru bentuk-bentuk eksternal budaya Eropa, juga mengasimilasi ide-ide Eropa tertentu yang lebih dasar. Usai mendengar dari surat-suratkabar dan buku-buku teks sejarah bahwa di Barat ada gerakan-gerakan seperti Pan-Hellenisme, Pan-Germanisme, Pan-Slavisme, dan Pan-Islamisme, mereka memproklamir­kan kepada dunia ide besar Pan-Mongolisme—penyatuan, di bawah kepemimpinan mereka, semua ras Asia Timur, dengan maksud mengadakan perang penentuan terhadap pengacau-pengacau asing, yakni terhadap bangsa Eropa.

Memanfaatkan fakta bahwa pada awal abad 20 Eropa terlibat dalam pergumulan penghabisan dan penentuan melawan dunia Muslim, mereka menangkap peluang untuk mencoba reaksi dari rencana besar mereka—pertama dengan menduduki Korea, terus Peking, di mana, dibantu oleh partai revolusi di China, mereka melengserkan dinasti lama Manchu dan menempatkan dinasti Jepang. Terhadap ini kaum Konservatif China segera setuju melalui sikap diam, karena mereka paham bahwa, di antara dua keburukan, yang lebih mending adalah yang lebih baik, dan bahwa “ikatan keluarga menjadikan semua orang bersaudara, suka tidak suka”.

Kemandirian China lama sebagai sebuah negara sudah terbukti tak mampu memelihara dirinya sendiri, dan ketun­dukan pada bangsa Eropa atau Jepang jadi tak terelakkan. Rasanya jelas bahwa dominansi bangsa Jepang, meski meng­hapus bentuk-bentuk eksternal organisasi negara China (yang bagaimanapun nyata-nyata tak bernilai), tidak akan turut campur terhadap fondasi-fondasi utama kehidupan kebangsaan, sedangkan dominansi Adidaya-adidaya Eropa, yang untuk alasan politik mendukung para misionaris Kristen, mengancam landasan spiritual China. Kebencian nasional terhadap Jepang yang tadinya dimiliki oleh China tumbuh di masa ketika dua-duanya tidak mengenal bangsa Eropa, dan akibatnya permusuhan ini, permusuhan dua bangsa berkerabat, memiliki ciri perseteruan keluarga dan tak beralasan sekaligus konyol.

Namun, bangsa Eropa adalah terang-terangan orang asing, tak lain adalah musuh, dan pradominansi mereka tidak menjanjikan sesuatu yang bisa menyemangati ambisi kebangsaan, sementara di tangan Jepang, bangsa China melihat daya tarik Pan-Mongolisme yang, di saat bersama­an, lebih dapat diterima oleh akal mereka ketimbang keharusan menyakitkan yaitu mengasimilasi bentuk-bentuk eksternal budaya Eropa.

“Mengertilah, saudara-saudaraku yang keras kepala,” desak Jepang bertubi-tubi pada mereka, “bahwa kami meng­ambil senjata dari anjing-anjing Barat, bukan karena kami menyukai mereka, tapi hanya untuk mengalahkan mereka dengan alat mereka sendiri. Kalau kalian gabung dengan kami dan menerima bimbingan praktis kami, kita akan segera bisa, bukan saja mengusir semua iblis kulit putih dari Asia kita, tapi juga menaklukkan tanah mereka sendiri dan mendirikan Kerajaan Tengah sesungguhnya di seluruh dunia. Kalian benar dalam kebanggaan kebangsaan kalian dan kejijikan kalian terhadap bangsa Eropa tapi kalian mesti memupuk perasaan-perasaan ini, bukan cuma dengan mimpi-mimpi tapi juga dengan aksi-aksi nyata. Dalam hal terakhir ini, kami bangsa Jepang jauh lebih maju daripada kalian dan perlu menunjukkan pada kalian jalan-jalan manfaat timbal-balik. Jika kalian tengok sekeliling, kalian akan lihat sendiri betapa sedikit perolehan yang kalian dapat dengan kebijakan percaya diri kalian dan tidak percaya pada kami, teman dan pelindung alami kalian. Kalian sudah lihat bagaimana Rusia dan Inggris, Jerman dan Prancis hampir membagi-bagi kalian, dan bagaimana semua skema macan kalian menampakkan ujung ekor naga yang tak berbahaya saja.”

Judul asli : Tale of the Antichrist
Kpatkaя Пobectь Oб Ahtиxpиcte
()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, October 2020
Genre :
Kategori :

Unduh

  • Unduh

    Kebangkitan Anti-Kristus

  • Unduh

    Kebangkitan Anti-Kristus

  • Unduh

    Kebangkitan Anti-Kristus

  • Unduh

    Koleksi Sastra Klasik (2020)

No comments

Post a Comment