Skip to content
Kavling Air – Relift Media

Kavling Air

Sekarang kutawarkan pada kalian, tuan-tuan, kavling-kavling megah ini, berlokasi menyenangkan di Long Island, dengan hak guna air yang berharga. Properti dalam bayaran—hak milik tak dapat disangkal lagi.



Betapa banyaknya kesenangan yang bakal dinikmati setiap orang kalau dia puas dengan nasib yang dicetak langit, dan betapa banyaknya kesusahan yang bakal terhindari kalau orang-orang cukup “jangan campur tangan”. Kemandirian sekadarnya, yang didapat dengan tenang dan jujur, sudah pasti dalam segala hal lebih baik bahkan dibanding harta-benda berlimpah yang diraih dengan letih dan tangis batin dan raga. Tapi ada segelintir orang, tak peduli mereka sangat berhasil di dunia, yang tidak selalu berusaha mati-matian untuk berbuat lebih baik; dan ini salah satu dari banyak sebab kenapa kegagalan dalam bisnis begitu kerap terjadi di antara kita. Generasi sekarang tampak enggan untuk “mewujudkan” secara pelan tapi pasti; tapi lebih pilih menaruh seluruh harapan mereka pada satu cetakan, yang membentuk atau merusak mereka selamanya!

Pembaca budiman, apa kau ingat Monsieur Poopoo? Dulu dia mengelola sebuah toko mainan kecil di Chatham, dekat simpang Pearl Street. Kau pasti mengingatnya, sudah tentu. Dia tinggal di sana bertahun-tahun, dan termasuk pengelola toko paling sopan dan akomodatif. Semasa remaja, kau membeli gasing dan kelereng darinya seribu kali. Pasti kau beli; dan pasti kau lihat roman masamnya berseri-seri saat kau lemparkan koin-koin tembaga; dan pasti kau tertawa dengan kepang lurus kecilnya dan celana kain dimity-nya, dan semua keanehan lain yang melengkapi pakaian sehari-hari sobat Prancis kecilku. Ah, kurasa kau ingat dia sekarang.

Well, terus, di sanalah tinggal Monsieur Poopoo sejak dia datang dari “Paris tercinta nan menyenangkan”, begitu dia biasa menyebut kota kelahirannya—di sanalah dia meraup sen demi sen dari manisannya—di sanalah dia menyisihkan lima ribu dolar sebagai antisipasi untuk masa sulit—di sanalah dia sebahagia burung lark—dan di sanalah, dalam semua proba­bilitas manusiawi, dia akan sudah berada sampai hari ini, sebagai warga terhormat dan penting, andai dia bersedia “jangan campur tangan”. Tapi Monsieur Poopoo mendengar cerita-cerita aneh tentang pertambahan real estat yang luar biasa banyak; dan, setelah tahu kebanyakan tetangganya kaya mendadak dengan berspekulasi pada kavling-kavling, dia seketika tidak puas dengan nasibnya sendiri, serta-merta memutuskan untuk menutup toko, menguangkan semuanya, dan mulai mencari uang dengan sangat sungguh-sungguh. Begitu mengatakannya, dia langsung mengerjakannya; dan beberapa hari kemudian mantan pengelola toko kita ini menghadiri sebuah lelang besar real estat, di Merchants’ Exchange.

Di sana ada juru lelang, dengan peta-peta litografisnya yang cantik dan mengundang—semua kavling serata dan sepersegi dan ditata sememikat mungkin—dan di sana ada para spekulan—dan di sana, di tengah-tengah mereka, berdiri Monsieur Poopoo.

“Inilah, tuan-tuan,” kata juru lelang dengan palu lelang, “kavling-kavling paling bernilai yang pernah dilelang. Beri aku tawaran!”

“Masing-masing seratus,” kata seorang penonton.

“Seratus!” kata juru lelang, “hampir tak cukup untuk membayar peta-petanya saja. Seratus—satu kali—dan lima puluh—dua kali! Tn. H., mereka milikmu. Sebuah pembelian mulia. Kau akan jual kavling-kavling itu dalam kurang dari dua minggu dengan untung lima puluh ribu dolar!”

Monsieur Poopoo memasang telinganya pada omongan ini, dan termangu keheranan. Tentu saja ini cara mengumpulkan kekayaan yang jauh lebih mudah ketimbang berjualan mainan di Chatham Street, dan dia putuskan untuk membeli dan memperbaiki peruntungannya tanpa ditunda-tunda.

Juru lelang melanjutkan lelang. Paket-paket lain ditawarkan dan dijual, dan semua pembeli dijanjikan keuntungan sangat besar atas spekulasi mereka. Akhirnya datang paket yang lebih bernilai daripada semuanya. Rombongan mengerubungi stan, dan Monsieur Poopoo melakukan hal yang sama.

Judul asli : The Little Frenchman and His Water Lots ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, June 2020
Genre :
Kategori :

Unduh

No comments

Post a Comment