Skip to content
Penebusan – Relift Media

Penebusan

Kini aku sadar, aku sudah dijebak. Aku akan dibunuh untuk uangku, atau barang lain yang kupunya. Aku meminta ampun kepada Allah atas kesalahan apapun dan bersumpah pada-Nya tidak akan pernah melakukan hal semacam ini lagi.


Aku diceritakan kisah ini oleh ‘Ubaidillah bin Muhammad al-Khaffaf, yang mendengarnya dari ayahnya, yang menyebut ini diriwayatkan kepadanya oleh seorang teman di dalam tentara:

Suatu hari, saat kebetulan berada di area Karkh, Baghdad, aku melihat salah satu wanita tercantik yang pernah kulihat dalam hidupku, dan aku berhenti sejenak untuk memandangi­nya. Tapi dia berbalik dan mendadak pergi. Kemudian seorang perempuan tua, yang tadi bersamanya, datang kembali dan mengundangku untuk menjadi tamu wanita cantik itu.

“Aku tidak biasa menjadi tamu siapapun,” kataku. “Hendak­lah wanita itu datang dan menjadi tamuku.”

“Mustahil,” tukas si perempuan tua.

Tak sanggup menahan godaan, atau mengatasi hasratku, aku mengikutinya ke suatu tempat di pinggiran Baghdad. Dia menghampiri sebuah rumah dan mengetuk pintu.

“Siapa di situ?” tanya sebuah suara.

“Ini Sa’ida,” jawab perempuan tua.

Tiba-tiba jantungku lompat, dan aku berbalik, tapi dia berteriak padaku.

“Mau ke mana kau, anak muda?” tanyanya. “Kau tak percaya pada kami?”

Aku berubah pikiran dan masuk ke dalam rumah. Tempat­nya lapang, hampir tidak berperabot. Seorang pembantu kulit hitam datang membawa secerek air panas dan baskom, maka aku membasuh muka dan kaki dan istirahat sejenak. Mereka menghidangkan suatu makanan kotor; berhubung sangat lapar, aku tak punya pilihan selain menyantapnya.

Gadis cantik itu menampakkan diri sekali lagi. Mereka mem­bawa anggur, dan, dengan dia di sampingku, aku pun minum. Aku melepas pakaian luar dan berpaling padanya, dan dia membiarkanku merangkulnya. Tapi, saat aku mencoba lebih jauh, dia berkata:

“Aku tak bisa lakukan hal terlarang. Tunggu sampai seseorang datang untuk merayakan pernikahan kita.”

Matahari mulai terbenam; saat itu waktu antara shalat maghrib dan isya. Tiba-tiba ada ketukan di pintu.

“Oh, ya ampun,” pekiknya. “Masya Allah!”

“Ada apa?” tanyaku.

“Itu pasti saudaraku dan pelayannya,” katanya. “Kalau dia lihat kau di sini, aku tak bisa tanggung keselamatanmu. Akan kubawa kau ke suatu tempat di mana kau bisa bersembunyi sampai mereka tidur. Terus aku akan menyusulmu.”

Dia membawaku ke sebuah bilik kecil dan mengunci pintu­nya. Kini aku sadar, aku sudah dijebak. Aku akan dibunuh untuk uangku, atau barang lain yang kupunya. Aku meminta ampun kepada Allah atas kesalahan apapun dan bersumpah pada-Nya tidak akan pernah melakukan hal semacam ini lagi, sekiranya Dia menyelamatkanku dalam situasi buruk itu.

Judul asli : Crime and Punishment ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, May 2020
Genre :
Kategori :

Unduh

  • Unduh

    Penebusan

  • Unduh

    Koleksi Sastra Klasik (2020)

No comments

Post a Comment