Skip to content
Isteri yang Hilang – Relift Media

Isteri yang Hilang

Kenapa mereka tertawa? Dia butuh isterinya untuk menjelaskan keadaan, dan mendengar keberuntungan mereka. Tapi isterinya tidak ada di ruang ganti, tidak ada di mana-mana. Sesaat dia merasa ingin menangis.


Sudah pasti penonton resah. Pertama-tama mereka merasa ditipu, berhubung Cissie Bradford, yang wajah tersenyum­nya menghiasi poster-poster di luar, tidak menampakkan diri, dan kedua, mereka menganggap pengganti wanita kondang itu sangat tidak memadai. Bagi pria mungil yang berkeringat dalam sorotan lampu limelight dan nekat bermain sulap dengan bola-bola kaca untuk menenangkan syarafnya, jelas pertunjukannya gagal. Dan sambil berusaha, boleh jadi dia menangis kecewa, sebab penampilannya adalah penampilan percobaan, dan kontrak setahun dalam grup balai musik milik Hennings itu harusnya menghadiahkan kesuksesan. Tapi trik-triknya, aksi-aksi yang sudah dia kerjakan dengan sangat mudah seribu kali, telah menjadi rentetan blunder, malah menggelikan ketimbang menakjubkan bagi penonton. Tak lama salah satu bola kaca jatuh hancur-lebur di atas panggung, dan di tengah cemoohan dari balkon dia berpaling pada isterinya, yang bertindak sebagai asisten.

“Kesempatanku sudah hilang,” katanya, tersedu-sedu, “aku tak bisa lakukan ini!”

“Tak usah dipikirkan, sayang,” bisiknya. “Di rumah ada steik enak dan bawang merah untuk makan malam.”

“Percuma,” katanya putus asa. “Aku akan coba trik menghilang, lalu pergi. Aku sudah selesai di sini.” Dia berpaling kembali ke penonton.

“Tuan-tuan dan nyonya-nyonya,” katanya kepada para pengejek dalam suara bimbang, “sekarang akan kupersembah­kan item penutup dari hiburanku. Aku akan buat wanita ini menghilang di depan mata kalian, tanpa bantuan alat mekanis atau perangkat bikinan apapun.” Ini ocehan pementas belaka, karena nyatanya itu bukan ilusi yang terlalu luar biasa. Tapi sembari menggiring isterinya ke depan penonton, sang pesulap bertanya-tanya apakah kesialan-kesialan yang telah merusak kesempatannya akan menemuinya kali ini pun. Kalau sesuatu berjalan tak beres—dia merasakan tangan isterinya gemetar, dan dia meremasnya erat untuk menenteramkan. Dia harus berusaha, sebuah usaha kemauan, dan dengan begitu tidak akan terjadi kesalahan. Untuk sekejap lampu-lampu menari di depan matanya, lalu dia menguasai diri. Seandainya gempa bumi menyingkap tirai dan memperlihatkan Molly sedang merangkak memalukan di baliknya, dia akan tetap menemui nasibnya seperti pria sejati. Dia berputar untuk memimpin isterinya ke ceruk kecil dari mana sang isteri akan menghilang. Dia tak ada di panggung!

Judul asli : The Conjurer ()
Pengarang :
Penerbit : Relift Media, October 2019
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment