Skip to content
Surat Kaleng – Relift Media

Surat Kaleng

Surat-surat kaleng kadang bernada ramah, tapi biasanya mencerminkan tingkah laku atau karakter seseorang dengan kurang-lebih apa adanya. Biasanya kurang digubris, tapi adakalanya bersifat sangat serius.


“Apa pendapat kalian?” tanya Carton setengah jam kemudian saat menemui kami di laboratorium dengan terengah-engah.

Dia membentangkan sebuah surat yang lantas kami pikirkan dalam-dalam. Itu ditulis, atau lebih tepat diketik, pada kertas polos. Amplopnya polos dan tidak memuat tanda pengenal, kecuali mungkin diposkan di kota bagian atas.

Bunyinya:

TUAN YANG TERHORMAT:

Walaupun ini surat kaleng, aku minta Anda tidak menganggapnya demikian, karena seben­tar lagi akan jelas bagi Anda bahwa aku punya alasan bagus untuk menginginkan anonimitas.

Aku ingin ceritakan beberapa hal yang ter­jadi baru-baru ini di sebuah hotel kecil di West Fifties. Anda pasti sudah dengar tempat itu—Little Montmartre.

Ada beberapa pria muda dan kaya yang sering datang ke resor ini. Aku tak berani sebut nama mereka, tapi yang satu adalah anggota klub kondang dan sosialita, satu lagi bankir dan pialang, juga kondang, dan yang ketiga adalah pengacara. Boleh juga kusebutkan satu teman akrab mereka, walau tidak sederajat dengan mereka di masyarakat atas—seorang dokter yang punya reputasi di antara kelas pengunjung Little Montmartre, siap memberi mereka apa saja, dari sertifikat medis hingga obat dan pengobatan.

Aku sudah baca banyak dalam koran belakangan ini tentang raibnya Betty Blackwell, dan kasusnya menarik perhatianku. Aku yakin Anda akan dapati petunjukku ini ada manfaatnya bila didalami. Kurasa aku tak perlu berkata lebih banyak lagi. Malah mungkin itu berbahaya bagiku, dan kumohon jangan perlihatkan surat ini kepada siapapun kecuali teman sejawat Anda dan, tolong, dengan pemahaman bahwa ini tidak akan diceritakan kepada orang lain.

Betty Blackwell tidak di hotel itu, tapi aku yakin beberapa dari mereka yang pesta poranya sudah mencemarkan Little Montmartre sekali­pun, tahu sesuatu tentang dia.

Salam,
SEORANG BUANGAN.

Kennedy buru-buru mendongak pada Carton seusai membaca surat.

“Khas,” komentarnya. “Surat-surat kaleng kadang bernada ramah, tapi biasanya mencerminkan tingkah laku atau karakter seseorang dengan kurang-lebih apa adanya. Biasanya kurang digubris, tapi adakalanya bersifat sangat serius. Dalam banyak contoh, mereka menjadi mata rantai paling penting dalam rangkaian bukti yang menunjuk ke kejahatan besar.

“Mungkin pula untuk langsung menarik kesimpulan tertentu dari surat-surat semacam ini. Sebagai contoh, ada satu fakta mengejutkan: dalam banyak kasus, penulis surat kaleng adalah wanita; dia menulis apa yang kelihatannya tidak mungkin dia tulis. Surat-surat demikian seringkali, berdasarkan tulisannya, bahan yang dipakai, komposisi dan bentuk umum, langsung mengindikasikan jenis kelamin penulis dan seringkali menunjukkan kewarganegaraan, umur, pendidikan, dan pekerjaan. Fakta-fakta ini sering menunjuk pada pengarang paling probabel.

“Nah, dalam kasus ini, si penulis jelas-jelas berpendidikan baik. Pura-pura buta huruf adalah samaran lumrah, tapi mustahil seorang pengarang berpura-pura melek huruf padahal dia buta huruf. Dan, juga, kaum wanita lebih cenderung berpura-pura sebagai pria daripada kaum pria sebagai wanita. Ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan. Sayang sekali ini bukan tulisan tangan biasa. Itu bisa mengungkap jauh lebih banyak. Namun, kita akan berusaha sebaik mungkin dengan apa yang kita punya. Apa kesan yang kau dapat soal ini?”

Judul asli : The Anonymous Letter ()
Pengarang :
Seri :
Penerbit : Relift Media, August 2018
Genre :
Kategori :
Unduh :

No comments

Post a Comment